metrocakrawala.id || Lamongan – Yayasan Pondok Pesantren Sunan Drajat (YPPSD) Banjaranyar, Paciran, Lamongan menggelar acara Penutupan Pengenalan Lingkungan Pesantren (PLP) 2026 dan Pertemuan Wali Santri Baru Tahun Ajaran 2026-2027 pada Selasa, 18 Agustus 2026.
Acara yang berlangsung khidmat di Hall Utama Pondok ini dihadiri jajaran pengasuh, pengurus yayasan, dewan guru, serta ribuan wali santri baru. Turut hadir memberikan dukungan moril, Sekretaris Badan Koordinasi Muballigh se-Indonesia (BAKOMUBIN) Organisasi Wilayah Jawa Timur, Ifid Nurafidah Sofyan, S.S., yang dikenal aktif dalam penguatan dakwah pesantren di kawasan pantura.
Penutupan PLP menandai berakhirnya rangkaian masa orientasi santri baru yang telah berlangsung sejak awal Juli lalu. Sebagaimana dilaporkan laman resmi ppsd.id, tahun ini PP. Sunan Drajat resmi membuka PLP untuk 2.000 santri baru. Jumlah tersebut menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap sistem pendidikan terpadu di bawah naungan Sunan Drajat. (Sumber: ppsd.id – PP. Sunan Drajat Resmi Membuka PLP 2000 Santri Baru)
KUTIPAN PIMPINAN PONDOK
“PLP bukan hanya pengenalan fisik pondok, tapi penanaman nilai-nilai kedisiplinan, keikhlasan, dan perjuangan. Setelah ini, santri resmi menjadi bagian dari keluarga besar Sunan Drajat. Sinergi pondok dan wali santri adalah kunci membentuk karakter santri yang berakhlakul karimah, mandiri, dan berwawasan global.“
— Prof. Dr. KH. Abdul Ghofur / Abdul Ghafur, Pimpinan Ponpes Sunan Drajat
Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris BAKOMUBIN Orwil Jatim, Ifid Nurafidah Sofyan menyampaikan apresiasi atas konsistensi YPPSD dalam mengelola pendidikan pesantren yang menggabungkan kekuatan tradisi dan modernitas. Menurutnya, pendidikan pesantren memiliki peran strategis dalam mencetak generasi rahmatan lil ‘alamin di tengah tantangan global.
“Pesantren Sunan Drajat telah membuktikan diri sebagai pusat pendidikan yang tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga kemandirian dan kewirausahaan. BAKOMUBIN Orwil Jatim mendukung penuh penguatan karakter santri melalui dakwah yang santun, moderat, dan membumi,” ujar Ifid Nurafidah Sofyan di sela acara.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan sosialisasi tata tertib pesantren, sistem pendidikan formal dan diniyah, serta pemaparan program unggulan pondok. Mulai dari program tahfidz, bahasa, hingga unit usaha santri. Pertemuan wali santri ini menjadi wadah silaturahmi sekaligus komitmen bersama untuk mendukung proses pendidikan santri selama 24 jam di lingkungan pondok.
Dengan ditutupnya PLP 2026, seluruh santri baru Tahun Ajaran 2026-2027 dinyatakan siap mengikuti kegiatan belajar mengajar secara penuh. Baik di jenjang Madrasah Tsanawiyah, SMP, Madrasah Aliyah, MA Ma’arif 7, SMK Sunan Drajat, Madrasah Mu’allimin Mu’allimat (MMA), hingga jenjang tinggi di Universitas Sunan Drajat (UNSUD A). Semoga santri baru betah dan menjadi generasi penerus yang membawa kemaslahatan umat.
BAKOMUBIN ORWIL JATIM
Badan Koordinasi Muballigh se-Indonesia – Organisasi Wilayah Jawa Timur. Wadah koordinasi dan pembinaan muballigh/muballighah dalam penguatan dakwah moderat, pendidikan karakter, dan sinergi dengan pesantren. Sekretaris: Ifid Nurafidah Sofyan, S.S.
YPPSD BANJARANYAR
Yayasan Pondok Pesantren Sunan Drajat Paciran, Lamongan – Jawa Timur. Mengelola jenjang MTs, SMP, MA, MA Ma’arif 7, SMK, MMA, hingga Universitas Sunan Drajat (UNSUD A). Fokus: pendidikan berakhlak, mandiri, dan berwawasan global.
red_


