S
IDOARJO, METROCAKRAWALA.ID — Upaya pemulihan pasien dengan gangguan mental tidak melulu soal pengobatan medis. Di tangan yang tepat, pendekatan humanis yang menyeimbangkan kebutuhan rohani dan jasmani justru menjadi kunci utama kesembuhan. Hal inilah yang secara konsisten diterapkan oleh Yayasan Panti Rehabilitasi Mental Al-Hafizh.
PANTAUAN METROCAKRAWALA.ID – JUMAT 23 OKTOBER 2026 PAGI – 06.00 WIB
SENAM AEROBIK RUTIN WARNAI TERAPI DI PANTI REHABILITASI MENTAL AL-HAFIZH SIDOARJO
Jl. Raya Suko No.60 Suko Cemengkalang Sidoarjo – Rumah Kedua Puluhan Pasien Untuk Temukan Jati Diri
Panti yang didirikan oleh Abah Shodikin dan beralamat di Jl. Raya Suko No. 60, Suko, Cemengkalang, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur ini, telah lama dikenal sebagai rumah kedua bagi puluhan pasien Keterbelakangan Mental untuk kembali menemukan jati diri dan harapan hidup.
Pantauan metrocakrawala.id pada Jumat, 23 Oktober 2026 pagi, suasana berbeda terlihat di halaman panti. Sekitar pukul 06.00 WIB hingga selesai, seluruh pasien tampak antusias mengikuti kegiatan senam aerobik bersama. Dipandu oleh seorang instruktur, gerakan demi gerakan diikuti dengan tertib dan penuh semangat. Wajah-wajah yang biasanya murung, pagi itu terlihat segar, ceria, dan penuh energi.
Kegiatan olahraga ini, menurut manajemen panti, bukan sekadar aktivitas selingan. Ini adalah bagian integral dari program terapi holistik yang menjadi ruh dari Yayasan Al-Hafizh.
Terapi Terstruktur: Dari Murotal Hingga Karya Nyata
Abah Shodikin, pendiri Yayasan Panti Rehabilitasi Mental Al-Hafizh, saat dikonfirmasi menegaskan bahwa kesembuhan pasien harus didekati dari dua sisi secara berimbang.
KUTIPAN ABAH SHODIKIN – KUNCI KESEMBUHAN SEIMBANG
“Selain rohani, jasmani juga tidak kalah pentingnya untuk sama-sama dijaga kondisinya. Kalau jiwa tenang, tapi fisik lemah, proses penyembuhan tidak akan maksimal. Begitu juga sebaliknya. Keduanya harus seimbang.”
Prinsip inilah yang kemudian diterjemahkan ke dalam agenda harian yang sangat terstruktur dan penuh nilai positif.
TERAPI ROHANI – 08.00 WIB SETIAP HARI
Setiap hari, kegiatan dimulai dengan terapi rohani. Mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, seluruh pasien rutin mengikuti murotal Al-Qur’an bersama. Lantunan ayat suci menjadi penenang jiwa, penjernih pikiran, dan media untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan sholat lima waktu secara berjamaah, termasuk sholat Dhuhur, Ashar, Magrib, Isya’ dan Subuh yang menjadi momen untuk melatih kedisiplinan, kebersamaan, dan ketenangan batin.
KEMANDIRIAN & KREATIVITAS – PROGRAM UNGGULAN
Panti ini memiliki program unggulan berupa pelatihan pembuatan kerajinan sandal dan sepatu, dan juga yang menjadi andalan juga yaitu di berikan kemandirian dengan berkarya dan berkebun di wisata alam Di tengah udara dingin pegunungan Kota Batu, berdiri sebuah destinasi agroeduwisata yang menawarkan lebih dari sekadar panorama alam dan pengalaman memetik buah. Kebun Kitala Strawberry hadir sebagai ruang pemberdayaan sekaligus tempat terapi bagi penyintas disabilitas mental. Melalui kegiatan ini, pasien tidak hanya diajak mengasah keterampilan motorik dan fokus, tetapi juga ditumbuhkan rasa percaya diri dan produktivitas. Bahwa mereka mampu berkarya dan memiliki nilai.
“Dan masih banyak lagi kegiatan yang menjadi andalan kami. Semua kegiatan ini kami rancang untuk bisa menstimulasi ke arah positif bagi kesembuhan pasien yang ada di Panti Rehabilitasi Mental Al-Hafizh ini.”
— ABAH SHODIKIN – Pendiri Yayasan Al-Hafizh
Olahraga: Kunci Kebugaran Jiwa dan Raga
Khusus untuk agenda olahraga, seperti senam aerobik yang digelar Jumat pagi ini, pihak yayasan menempatkannya sebagai agenda wajib. Sebelumnya, pada edisi pemberitaan metrocakrawala.id, telah disinggung bahwa olahraga merupakan pilar penting dalam proses rehabilitasi.
Manfaatnya nyata. Dengan bergerak, sirkulasi darah menjadi lancar, hormon endorfin sebagai hormon kebahagiaan terpicu, stres berkurang, dan kualitas tidur pasien membaik. Secara sosial, senam bersama juga melatih interaksi, kekompakan, dan rasa kebersamaan antar pasien.
Terlihat dalam foto yang berhasil diabadikan tim kami, para pasien dengan kaos seragam merah dan hitam, didampingi para pengasuh, mengikuti instruksi dengan penuh semangat di teras panti yang asri.
Komitmen Yayasan Panti Rehabilitasi Mental Al-Hafizh di bawah asuhan Abah Shodikin ini menjadi bukti nyata bahwa pendekatan kemanusiaan yang menyentuh hati, menguatkan iman, menyehatkan raga, dan memberdayakan keterampilan adalah formula terbaik dalam mengantarkan para pasien kembali pulih dan siap kembali ke tengah-tengah masyarakat.
Pewarta: metrocakrawala.id | Editor: metrocakrawala.id
SIDOARJO – Jumat, 23 Oktober 2026 Pagi | Yayasan Panti Rehabilitasi Mental Al-Hafizh – Jl. Raya Suko No.60 Suko Cemengkalang Sidoarjo – Kebun Kitala Strawberry Batu





