FGD Polres Gresik Perkuat Sinergi Polri dan Organisasi Masyarakat dalam Menjaga Kamtibmas
GRESIK, Metrocakrawala.id — Upaya memperkuat sinergi antara Kepolisian Negara Republik Indonesia dengan organisasi kemasyarakatan terus dilakukan sebagai bagian dari menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Salah satunya melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Polres Gresik dalam rangka aktualisasi kepemimpinan peserta didik Sespimmen Polri Dikreg Ke-67 Tahun Anggaran 2026.
Kegiatan tersebut berlangsung di Rupatama SAR Polres Gresik, Jumat (21/8/2026), mulai pukul 09.00 WIB. Forum ini menjadi ruang dialog antara jajaran kepolisian dengan berbagai unsur masyarakat, pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, hingga perwakilan perusahaan untuk membahas berbagai persoalan serta tantangan dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Gresik.
Pelaksanaan FGD tersebut berdasarkan Surat Undangan Kapolres Gresik Nomor B/Und.-221/VIII/DIK.2.5/2026 tanggal 20 Agustus 2026. Dalam surat undangan tersebut, sejumlah unsur strategis di Kabupaten Gresik diharapkan hadir untuk memberikan pandangan, masukan, sekaligus membangun komunikasi yang lebih erat dengan kepolisian.
Salah satu organisasi kemasyarakatan yang turut hadir dalam forum tersebut adalah PASSER WONG BODHO (PWB) Gresik. Kehadiran organisasi tersebut menunjukkan bahwa keterlibatan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan tidak dapat dipisahkan dari peran aparat penegak hukum.
PWB Gresik dalam kegiatan itu diwakili oleh Ketua Sugito, S.H., bersama Iswandi. Turut hadir Ketua PWB DPAC Duduksampeyan Eko Nurhadiyanto dan Hilmi.
Kehadiran sejumlah perwakilan tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap langkah Polres Gresik dalam membangun komunikasi terbuka dengan organisasi kemasyarakatan. Hubungan yang baik antara kepolisian dan masyarakat dinilai menjadi salah satu modal penting dalam mendeteksi sekaligus mencegah berbagai potensi gangguan keamanan sejak dini.
Forum Dialog untuk Memperkuat Komunikasi
FGD berlangsung dalam suasana akrab, terbuka dan dialogis. Para peserta diberikan ruang untuk menyampaikan pandangan, pengalaman maupun masukan terkait kondisi sosial dan keamanan di tengah masyarakat.
Pembahasan tidak hanya berkaitan dengan persoalan keamanan secara umum, tetapi juga menyentuh pentingnya membangun komunikasi yang cepat dan efektif antara aparat kepolisian dengan masyarakat. Dalam situasi sosial yang terus berkembang, komunikasi dua arah menjadi salah satu instrumen penting agar berbagai persoalan yang muncul di lapangan dapat diselesaikan secara tepat dan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar.
Organisasi kemasyarakatan memiliki posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan masyarakat. Melalui jaringan sosial yang dimiliki, organisasi masyarakat dapat menjadi mitra kepolisian dalam menyampaikan informasi, mengedukasi masyarakat serta mendorong terciptanya suasana yang lebih tertib dan harmonis.
Karena itu, forum seperti FGD dinilai bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan menjadi wadah untuk membangun kesamaan persepsi mengenai pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban secara bersama-sama.
Ormas sebagai Mitra Strategis Kepolisian
Dalam menjaga kamtibmas, tugas keamanan tidak semata-mata menjadi tanggung jawab aparat kepolisian. Masyarakat, organisasi kemasyarakatan, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dunia usaha dan berbagai elemen lainnya memiliki peran yang saling melengkapi.
Kolaborasi tersebut diperlukan mengingat dinamika kehidupan masyarakat semakin kompleks. Berbagai persoalan sosial, perkembangan teknologi informasi, penyebaran informasi yang tidak terverifikasi, hingga potensi gesekan di tengah masyarakat membutuhkan pendekatan yang tidak hanya mengandalkan penindakan, tetapi juga komunikasi dan pencegahan.
Melalui forum diskusi, kepolisian dapat mendengar langsung aspirasi dari masyarakat. Sebaliknya, organisasi masyarakat juga memperoleh ruang untuk memahami berbagai langkah dan kebijakan kepolisian dalam menjaga keamanan wilayah.
Hubungan yang dibangun secara terbuka tersebut diharapkan mampu menciptakan kepercayaan publik sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam menjaga kondusivitas Kabupaten Gresik.
Bagi PWB Gresik, keikutsertaan dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari komitmen untuk turut berkontribusi dalam menjaga ketertiban dan keamanan di tengah masyarakat.
Sinergi antara organisasi masyarakat dan kepolisian diharapkan tidak berhenti pada kegiatan FGD, tetapi dapat berlanjut dalam bentuk komunikasi dan kerja sama di lapangan. Dengan demikian, setiap perkembangan situasi yang berpotensi mengganggu kamtibmas dapat segera dikomunikasikan dan dicarikan solusi bersama.
Dokumentasi Simbol Kebersamaan
Usai sesi diskusi, kegiatan dilanjutkan dengan foto bersama jajaran Sat Intelkam Polres Gresik di depan logo BAINTELKAM. Momen tersebut menjadi bagian dari dokumentasi sekaligus simbol kebersamaan seluruh unsur yang hadir dalam forum.
Foto bersama tersebut menggambarkan pesan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban bukan pekerjaan satu pihak. Diperlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat agar tercipta lingkungan yang aman, tertib dan nyaman.
Di tengah berbagai dinamika sosial yang terjadi, komunikasi antara kepolisian dan masyarakat menjadi semakin penting. Dengan komunikasi yang terbangun secara baik, berbagai persoalan dapat diantisipasi lebih awal dan tidak mudah berkembang menjadi gangguan kamtibmas.
FGD Polres Gresik tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat kembali semangat kemitraan antara polisi dan masyarakat. Forum dialog seperti ini diharapkan mampu menghasilkan gagasan serta langkah konkret yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Ke depan, sinergi antara Polri, pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha dan masyarakat diharapkan semakin solid. Kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu kunci dalam menciptakan situasi Kabupaten Gresik yang aman, tertib dan kondusif.
Dengan terbangunnya komunikasi yang sehat dan berkelanjutan, masyarakat tidak hanya menjadi objek dalam menjaga keamanan, tetapi juga dapat menjadi bagian penting dari sistem pencegahan dan pemeliharaan kamtibmas.
Kegiatan FGD tersebut pun diharapkan menjadi langkah positif dalam memperkuat kepercayaan, membangun kebersamaan, serta menghadirkan pola kemitraan yang lebih aktif antara kepolisian dan organisasi kemasyarakatan di Kabupaten Gresik.
(Ibnu/Gresik)


