S
URABAYA, METROCAKRAWALA.ID – Di tengah hiruk-pikuk isu antrean BBM dan pemadaman listrik, Surabaya hari ini justru menunjukkan wajah lain Jawa Timur: wajah yang merawat akar budaya dan menjaga masa depan ekologinya.
SURABAYA – DUA HARI DUA AGENDA BESAR – SATU BENANG MERAH: IDENTITAS JATIM
DARI BAHASA IBU HINGGA KEHATI – JATIM MERAWAT AKAR BUDAYA & MENJAGA EKOLOGI
Dua agenda resmi digelar berurutan, kemarin dan hari ini, dengan satu benang merah yang sama: identitas Jawa Timur.
HARI INI: Festival Tunas Bahasa Ibu 2026, Gubernur Hadir Langsung
Hari ini, Selasa 21 Oktober 2026, pukul 08.00 – 12.00 WIB, Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Timur di Surabaya menjadi pusat perhatian.
Di sanalah Selebrasi Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Provinsi Jawa Timur Tahun 2026 digelar. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dijadwalkan hadir langsung, dan seluruh rangkaian acara disiarkan live melalui kanal YouTube Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur.
APA ITU FTBI? BUKAN SEKADAR LOMBA!
FTBI bukan sekadar lomba pidato atau mendongeng dalam bahasa daerah. Ini adalah upaya sistematis negara menjaga bahasa ibu – bahasa Jawa, Madura, Tengger, Osing, dan bahasa-bahasa lokal lain di Jatim – agar tidak punah di tengah gempuran bahasa global dan digital.
Ratusan siswa SD dan SMP dari berbagai kabupaten/kota yang telah lolos seleksi tingkat daerah akan menampilkan kemampuan berbahasa ibu mereka. Mereka adalah tunas, penjaga terakhir agar bahasa daerah tetap hidup sebagai kekayaan budaya bangsa.
Bagi Pemprov, ini adalah bagian dari komitmen Hari Jadi ke-81 Jatim dengan tema Jatim Unggul, Maju Berkelanjutan : unggul tidak hanya secara ekonomi, tapi juga dalam menjaga jati diri.
KEMARIN: Jatim Luncurkan Dokumen Penting Kehati 2026-2030
Sehari sebelumnya, Senin 20 Oktober 2026, Surabaya juga menjadi saksi lahirnya dokumen paling komprehensif tentang kekayaan alam Jawa Timur.
Bertempat di The Trans Luxury Hotel Surabaya, Jalan Ahmad Yani, Gayungan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar acara Peluncuran Dokumen Profil Keanekaragaman Hayati (Profil KEHATI) dan Rencana Induk Pengelolaan Keanekaragaman Hayati (RIP KEHATI) Jawa Timur Tahun 2026-2030 yang dirangkaikan dengan penyerahan Penghargaan Lingkungan Hidup.
Acara yang digelar hybrid ini dihadiri langsung Plh Sekda Provinsi Jatim R. Heru Wahono Santoso mewakili Gubernur, serta jajaran DLH Jatim, Bappenas, KLHK, dan mitra internasional.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jatim Nurkholis menjelaskan, penyusunan kedua dokumen dilakukan Pemprov Jatim melalui DLH bekerja sama dengan Kementerian PPN/Bappenas, dengan dukungan GIZ melalui program Global Biodiversity Framework Implementation serta Anwar Muhammad Foundation.
DUA FAKTA MENCENGANGKAN DARI PROFIL KEHATI JATIM 2026
Pertama: 1.939 nama takson unik flora dan 1.910 nama takson unik fauna hidup di Jawa Timur. Kekayaan luar biasa untuk provinsi dengan penduduk terpadat kedua di Indonesia.
Kedua: Jatim memiliki Taman Kehati seluas sekitar 27 hektare di Cerme, Kabupaten Gresik, yang dikelola bersama perusahaan swasta untuk menanam tumbuhan endemik dan langka.
Jawa Timur juga dipilih Bappenas sebagai satu dari empat provinsi percontohan nasional bersama Kalimantan Timur, Aceh, dan Papua Barat Daya. Alasannya jelas: Jawa Timur memiliki aset mangrove terbesar di Pulau Jawa, sekitar 48 persen dari total mangrove di Jawa, serta platform kerjasama pemerintah dan swasta yang kuat.
PENGAKUAN BAPPENAS – MANGROVE TERBESAR DI JAWA
“Jawa Timur memiliki aset mangrove terbesar dibandingkan wilayah lain di Pulau Jawa.”
โ Deputi Bappenas Leonardo Teguh Sambodo
Penghargaan untuk Penjaga Lingkungan
Peluncuran dokumen itu tidak berdiri sendiri. Ia dirangkaikan dengan penganugerahan penghargaan lingkungan hidup paling prestisius di Jatim:
DESA BERSERI (Bersih, Sehat, dan Lestari)
Program unggulan DLH Jatim yang menilai pengelolaan lingkungan komprehensif. Tahun ini, dari lebih dari 200 desa yang berkompetisi, hanya 8 besar yang lolos ke tingkat Mandiri Provinsi, termasuk Desa Balegondo, Magetan.
EKO-PESANTREN / ECO PESANTREN
Ponpes Islamic Center eLKISI Mojokerto meraih Juara 2 tingkat Jatim, penghargaan diserahkan dalam rangkaian peluncuran RIP KEHATI tersebut.
KEBERSIHAN MASJID DAN TOILET PROVINSI JATIM
Masjid Al Huda milik BPSDM Jatim meraih penghargaan, menunjukkan bahwa kebersihan adalah bagian dari keimanan dan kelestarian.
Dua hari, dua agenda. Satu pesan yang ingin disampaikan Surabaya hari ini: pembangunan Jawa Timur tidak boleh kehilangan bahasa ibunya, dan tidak boleh kehilangan hutan, mangrove, dan keanekaragaman hayatinya.
Dari panggung bahasa di BBPMP hingga peta jalan ekologi di Trans Luxury, Jatim sedang menuliskan masa depannya dengan caranya sendiri.
Pewarta: metrocakrawala.id | Editor: metrocakrawala.id
SURABAYA โ Selasa, 21 Oktober 2026 | BBPMP Jatim & The Trans Luxury Hotel Ahmad Yani Gayungan Surabaya





