Alun-Alun Sidoarjo Menggema: 600 Penari Remo, 100 Angklung, dan Dua Lagu Sakral Keroncong di Festival Munali Patah 2026!

4 menit baca

A
LUN-ALUN SIDOARJO | METROCAKRAWALA.ID – Sabtu sore, 17 Oktober 2026, Paseban Alun-Alun Sidoarjo tidak lagi sekadar alun-alun. Ia berubah menjadi panggung akbar kebudayaan. Mulai pukul 15.00 hingga 17.00 WIB, ribuan pasang mata menyaksikan bagaimana tradisi dihidupkan dan generasi disatukan dalam tajuk besar: Festival Munali Patah 2026.

OK New Anggrek Lima Jari tampil di Festival Munali Patah 2026 Alun-Alun Sidoarjo

OK. NEW ANGGREK LIMA JARI – DUA LAGU SAKRAL: HARI KEBUDAYAAN & SIDOARJO KUTO KU – FESTIVAL MUNALI PATAH 2026

Foto: Penampilan OK. New Anggrek Lima Jari dipimpin Teguh Santoso (Bass) – Vokalis Nununk Adilla & Esti – Paseban Alun-Alun Sidoarjo

TEMA FESTIVAL – DEKESDA SIDOARJO – www.dekesda.or.id

“Menghidupkan Tradisi, Menyatukan Generasi” – Ayo, Ramekno Rek! – Penghormatan untuk Maestro Ludruk & Tari Remo Desa Banjarkemantren, Buduran – Cak Munali Patah

Sejak pukul 14.30 WIB, pantauan metrocakrawala.id, wajah baru Alun-Alun Sidoarjo sudah dipadati warga. Mereka datang bukan hanya untuk menonton, tapi untuk menjadi saksi bahwa warisan itu masih berdenyut.

Rangkaian acara dibuka dengan kekuatan kata dan laku. Pena Perajut Aksara membuka dengan pertunjukan sastra yang menghujam, dilanjutkan ekspresi seni dari Songo Seni dan teatrikal penuh simbol dari Teater Ujung Movement.

OK. New Anggrek Lima Jari : Lagu Keroncong Nasional Hingga Lagu Untuk Sidoarjo

Lalu, panggung bergetar oleh musik tradisi. Inilah penampilan yang menjadi magnet dan pembeda tahun ini. OK. New Anggrek Lima Jari, yang sebelumnya dikenal sebagai Anggrek Lima Jari, tampil dengan kompak memukau.

FORMASI LENGKAP OK. NEW ANGGREK LIMA JARI

Dipimpin oleh sang leader Teguh Santoso (Bass), diperkuat Arifin (Cak), Joko (Cuk), Syllo (Cello), dan Gede Pambudi di Keyboard, serta dua vokalis utama Nununk Adilla dan Esti.

Penampilan mereka tidak sekadar menghibur, tapi penuh makna. Dua lagu utama mereka menjadi pernyataan sikap budaya:

LAGU 1 – SAKRAL NASIONAL

HARI KEBUDAYAAN

Ciptaan Agus Subagio (Gustaf) – Tokoh Keroncong Nasional – Dibawakan langsung sang pencipta Gustaf

LAGU 2 – CINTA SIDOARJO

SIDOARJO KUTO KU

Ciptaan Cak Arifin – Duet Nununk Adilla & Esti – Aransemen keroncong syahdu penuh kebanggaan

Ketika Gustaf menyanyikan karyanya sendiri di atas panggung Alun-Alun, suaranya yang berwibawa membuat para penonton terdiam. Liriknya adalah kebanggaan & kebudayaan yang terus hidup.

— MOMEN LAGU HARI KEBUDAYAAN – FESTIVAL MUNALI PATAH 2026

Dua lagu itu menegaskan bahwa keroncong bukan musik masa lalu, ia adalah musik hari ini.

Puncak: 600 Penari Remo dan 100 Pemain Angklung Mengguncang Alun-Alun

Pukul 16.00 WIB, momen sakral tiba. Tari Remo Munali Patah Massal kurang lebih 600 Penari. Lebih dari 500 penari dari Sidoarjo, Surabaya, Pasuruan, dan Mojokerto masuk arena dengan udeng dan sampur merah menyala. Satu komando, ratusan kaki menghentak bersamaan. Gongseng di kaki mereka bersahutan, sampur membelah udara. Gerakan patah-patah tegas khas Munali Patah itu seolah menghidupkan kembali sang maestro di tengah alun-alun.

KOLOSAL – PASEBAN ALUN-ALUN SIDOARJO – 16.00 WIB

600

PENARI REMO
MUNALI PATAH

100

PEMAIN ANGKLUNG
BIMBINGAN LP2KN

Jika Remo adalah kekuatan kaki, maka Angklung adalah kekuatan kebersamaan – Getaran 100 angklung menghasilkan simfoni bambu yang merinding, menggetarkan seluruh Paseban.

Tak berhenti di situ, kemegahan dilanjutkan oleh Musik Angklung Kolosal 100 Orang Bimbingan LP2KN. Sebanyak 100 pemain angklung berjejer, mengocok bambu secara serentak. Getaran 100 angklung menghasilkan simfoni bambu yang merinding, menggetarkan seluruh Paseban. Jika Remo adalah kekuatan kaki, maka Angklung adalah kekuatan kebersamaan.

Sebagai penutup yang penuh khidmat, panitia juga menganugerahkan Munali Patah Award, penghargaan tertinggi bagi para pejuang dan pelestari seni tradisi Sidoarjo.

Hingga pukul 17.00 WIB, Festival Munali Patah 2026 berakhir. Namun pesannya tinggal: tradisi tidak akan mati selama masih ada yang mau memainkan, menarikan, dan menyanyikannya.

Sore itu di Alun-Alun Sidoarjo, Cak Munali Patah tidak benar-benar pergi. Ia hadir lewat puisi Pena Perajut Aksara, lewat gerak Teater Ujung, lewat hentakan 600 penari Remo, lewat getar 100 angklung LP2KN, dan lewat dua lagu abadi dari OK. New Anggrek Lima Jari: HARI KEBUDAYAAN karya Gustaf, dan SIDOARJO KUTO KU karya Cak Arifin.

• • •

Pewarta: metrocakrawala.id   |   Editor: metrocakrawala.id

Penulis: Redaksi Senior METROCAKRAWALA.ID – Laporan Langsung dari Paseban Alun-Alun Kota Sidoarjo – Sabtu 17 Oktober 2026 | 15.00-17.00 WIB

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom bertanda * wajib diisi.