M
ALANG – METROCAKRAWALA.ID | Klaim aman dan realitas antrean masih berjarak. Di saat Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) aman hingga 31 Oktober 2026, antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Jember, Bondowoso, hingga Malang Raya belum sepenuhnya terurai.
KLAIM VS REALITA DI LAPANGAN
Pemprov Jatim: Stok Aman Hingga 31 Oktober. Warga Surabaya-Malang: Ngantre 30-60 Menit, SPBU Tutup Lebih Awal!
Kepastian itu disampaikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat membagikan 300 liter BBM gratis kepada 100 pengemudi ojek online di SPBU 54.651.73 Jalan Ciliwung, Purwantoro, Blimbing, Kota Malang, Sabtu malam (18/10/2026). Masing-masing pengemudi menerima 3 liter sebagai bantalan operasional di tengah gejolak distribusi.
“Pemprov Jatim sudah dua kali melakukan rapat koordinasi dengan Pertamina Patra Niaga, mulai dari persoalan antrean panjang di Jember, kemudian Bondowoso, hingga Malang. Berdasarkan data stok dari Pertamina, sebetulnya tercatat aman.”
— KHOFIFAH INDAR PARAWANSA, GUBERNUR JATIM
Kapal Impor Merapat, Stok Dijamin Hingga Akhir Oktober
Menurut Khofifah, jaminan keamanan stok itu diperkuat dengan datangnya kapal pengangkut BBM impor yang telah merapat di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Kapal berikutnya dijadwalkan tiba pada 25 Oktober 2026 sebagai bagian dari upaya menjaga kesinambungan pasokan.
PERTAMAX
Melebihi Kebutuhan
Hingga 31 Okt
PERTALITE
Mencukupi Sesuai Alokasi
SOLAR / BIOSOLAR
Mencukupi Sesuai Alokasi
Secara rinci, data yang disampaikan Pertamina Patra Niaga kepada Pemprov menyebut pasokan Pertamax hingga 31 Oktober diperkirakan melebihi kebutuhan, sementara Pertalite dan solar diperkirakan mencukupi sesuai alokasi yang tercatat.
Persoalan Bergeser: Dari Soal Stok Menjadi Soal Distribusi
Namun, di titik inilah persoalan bergeser dari soal stok menjadi soal distribusi.
Khofifah sendiri mengakui, pasokan ke sejumlah SPBU di Malang bahkan telah melampaui kuota yang tercatat, tetapi antrean tetap terjadi.
“Harapan kita, masing-masing SPBU di Jawa Timur mendistribusikan BBM sesuai proporsi. Kebutuhan itu sebenarnya sudah ada datanya di Pertamina.”
— KHOFIFAH INDAR PARAWANSA
Karakteristik Malang sebagai kota pendidikan dan destinasi wisata, ditambah mobilitas mahasiswa dan wisatawan, disebut menjadi variabel yang perlu dibaca ulang dalam menentukan kebutuhan aktual harian.
Antrean di Lapangan vs Data di Meja Rakor
Pantauan metrocakrawala.id Minggu (19/10) pagi, keluhan belum mereda. Di kolom komentar media sosial dan laporan warga, antrean panjang masih dilaporkan di sejumlah titik di Kota Malang dan Surabaya — terutama untuk Pertalite dan Biosolar. Warga menyebut harus mengantre 30-60 menit, bahkan ada SPBU yang tutup lebih awal karena stok harian habis.
Fenomena ini mengulang pola yang sebelumnya terjadi di Jember dan Bondowoso, yang menjadi alasan dilakukannya dua kali rakor oleh Pemprov Jatim bersama Pertamina.
PERINGATAN KERAS: HINDARI PANIC BUYING
“Kita harus menghindari panic buying. Apalagi jika ada indikasi membeli menggunakan tangki yang lebih besar, kemudian BBM-nya disedot atau dijual kembali di jalan. Ini perlu menjadi perhatian bersama.”
— KHOFIFAH, MINTA PENGAWASAN KAPOLDA HINGGA KAPOLRI
Pemprov Jatim meminta masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan yang justru memperpanjang antrean dan menghambat warga lain yang membutuhkan BBM untuk aktivitas harian.
“Pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat mendapatkan BBM sesuai kebutuhannya. Karena itu, distribusi harus dikawal, data kebutuhan harus menjadi dasar,” pungkas Khofifah.
Hingga berita ini diturunkan, Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus belum merilis data realisasi penyaluran harian per kabupaten/kota untuk mengklarifikasi selisih antara alokasi yang disebut melampaui kuota dengan antrean yang masih dirasakan warga Surabaya dan Malang.
CATATAN REDAKSI – KANAL LAPORAN WARGA DIBUKA:
Kami membuka kanal laporan warga. Jika Anda masih menemukan antrean panjang hari ini di Surabaya, Malang, Jember, Bondowoso, kirimkan foto, lokasi SPBU, dan jam kejadian ke redaksi metrocakrawala.id.
Pewarta: metrocakrawala.id | Editor: metrocakrawala.id
Penulis: Tim Redaksi Metrocakrawala.id | MALANG – Minggu, 19 Oktober 2026 | SPBU Ciliwung Malang





