metrocakrawala.id || Tanjung Perak – Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili, jaminan keamanan rumah ibadah menjadi prioritas utama Polres Pelabuhan Tanjung Perak.
Dengan melakukan sterilisasi di sejumlah klenteng di wilayah hukumnya, Polres Pelabuhan Tanjung Perak memastikan tidak ada ancaman teror maupun gangguan keamanan saat umat melaksanakan perayaan hari keagamaan.
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Wahyu Hidayat melalui Kasi Humas, Iptu Suroto mengatakan sterilisasi dilakukan di lima lokasi peribadatan secara maraton.
“Petugas melaksanakan sterilisasi di 5 klenteng yang ada di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Perak,” ujarnya, Minggu (15/2/26).
Kegiatan penyisiran tersebut dipimpin langsung oleh Kanit Turjawali Satsamapta Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Ipda Hari Kurniawan.
Sterilisasi dimulai dari Klenteng Sam Poo Tay Djien (Mbah Ratu) di Jalan Demak. Tim kemudian bergerak ke kawasan Pecinan untuk memeriksa Klenteng Pak Kik Bio (Hian Thian Siang Tee) di Jalan Jagalan dan Klenteng Sukhaloka di Jalan Cokelat.
Pemeriksaan berlanjut ke Klenteng Hong Tiek Hian (Tri Dharma) di Jalan Dukuh, Nyamplungan, hingga menyasar Klenteng Sanggar Agung (Hong San) di kawasan Kenjeran.
Petugas memeriksa setiap sudut ruangan, altar, hingga pot bunga menggunakan alat deteksi untuk mengantisipasi adanya benda berbahaya.
“Alhamdulillah tidak ditemukan benda mencurigakan, bahan peledak (handak), atau barang lain yang dapat mengganggu jalannya ibadah. Situasi di sekitar klenteng tertib dan kondusif,” kata Iptu Suroto.
Ia menegaskan bahwa sterilisasi ini merupakan upaya preventif kepolisian dalam memberikan rasa aman kepada umat yang merayakan Imlek.
“Pengamanan dan monitoring di beberapa klenteng wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Perak akan tetap dilaksanakan guna cipta kondisi yang kondusif,” tegasnya.
Langkah sigap kepolisian ini mendapat respons positif dari para pengurus klenteng. Mereka menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan pengamanan ketat yang dilakukan, sehingga umat dapat beribadah dengan tenang dan khusyuk.
editor : Red

