Pasar DTC Wonokromo: Dulu Desak-desakan Lautan Manusia, Kini Manekin Saksi Bisu Simak Penjelasanya !

6 menit baca

NASIONAL | SURABAYA – EKONOMI UMKM
PASAR DTC WONOKROMO
kamis, 29 Oktober 2026

Sempat Merasakan Kejayaan, Kini Perlahan Ditinggalkan — Gang Dulu Sesak Manusia, Kini Stan Kosong Spanduk Disewakan Dijual Murah, Manekin Berbalut Mukenah di Lantai 1B Jadi Simbol Perjuangan, Amarah & Kesedihan Pedagang!

S
URABAYA | METROCAKRAWALA.ID – Sempat Merasakan Kejayaan, Kini Perlahan Ditinggalkan.

Beberapa Tahun Silam, Apabila Berkunjung Ke Pasar Ini, Menandakan Sudah Siap Berdesak-Desakan Dengan Lautan Manusia. Tidak Ada Lorong-Lorong Yang Bebas, Hampir Semua Jalan Dan Toko Dipenuhi Oleh Pembeli Yang Sibuk Bertransaksi. Mulai Dari Lantai Paling Dasar Hingga Atas, Mulai Dari Bahan-Bahan Mentah Hingga Produk Siap Pakai, Pasar Tersebut Tidak Pernah Lekang Oleh Pengunjung. Pada Masa Itulah, Pasar DTC (Darmo Trade Center) Wonokromo Pernah Menjadi Primadona Warga. Meskipun Sempat Mengalami Kebakaran Hebat Pada Tahun 2002, Pasar Tersebut Berhasil Bangkit Dan Kembali Dengan Sistem Yang Baru. PD Pasar Surya Milik Pemerintah Kota Surabaya Bersama Investor Swasta Berinovasi Untuk Menggabungkan Pasar Tradisional Dengan Pasar Modern.

PASAR DTC WONOKROMO – DARI PRIMADONA KE MASA SURAM – DULU LAUTAN MANUSIA KINI SEPI – MANEKIN JADI SAKSI BISU

Kejayaan Lalu! – Dulu Desak-desakan Lautan Manusia Lantai Dasar Hingga Atas, Kebakaran Hebat 2002 Bangkit Kembali Sistem Baru PD Pasar Surya + Investor Swasta Gabung Pasar Tradisional & Modern!

Pasar Ini Sempat Menjadi Salah Satu Pusat Perekonomian Warga Surabaya, Namun Pasar Tersebut Telah Kehilangan Masa Kejayaannya. Bencana Pandemi Yang Melanda Dunia, Terpaksa Memperlambat Aktivitas Pasar. Keadaan Pun Semakin Sukar, Ketika Teknologi Dengan Cepat Menjalar Di Setiap Kehidupan Masyarakat. Munculnya Tantangan Baru Berupa Marketplace Online Membuat Pedagang Harus Segera Beradaptasi.

2002

KEBAKARAN HEBAT
BANGKIT LAGI

PANDEMI

LAMBATKAN
AKTIVITAS PASAR

MARKETPLACE

TANTANGAN BARU
ONLINE

Semenjak Saat Itu, Kondisi Dinamika Pasar Sedikit Banyak Mengalami Perubahan. Gang-Gang Yang Dulunya Penuh Sesak Dengan Manusia, Sekarang Hampir Tidak Terjamah Oleh Pengunjung. Terlihat Banyak Stan Kosong Lantaran Ditinggalkan Oleh Pemiliknya. Spanduk-Spanduk Bertulis “Disewakan” Atau “Dijual Murah” Banyak Ditemukan Tertempel Di Setiap Rolling Door. Kondisi Tersebut Disebabkan Karena Sudah Tidak Memungkinkan Lagi Bagi Pedagang Untuk Bertahan.

Kesunyian Tersebut Terdengar Sangat Kencang Melalui Manekin-Manekin Yang Ditemukan Berjejer Rapi Di Salah Satu Koridor Lantai 1B. Berbalut Mukenah, Patung-Patung Tersebut Berkalungkan Suatu Simbol Perjuangan, Amarah, Dan Kesedihan Yang Dirasakan Oleh Para Pedagang. Umi Ninik, Pemilik Toko Yang Memajang Manekin Tersebut Membagikan Keresahannya Dalam Menghadapi Dinamika Pasar Yang Sedang Berubah.

👗 MANEKIN BERBALUT MUKENAH – LANTAI 1B – SIMBOL PERJUANGAN AMARAH & KESEDIHAN PEDAGANG

🧕🧕🧕

MANEKIN MUKENAH

BERJEJER RAPI KORIDOR 1B

🏚️📢

STAN KOSONG

DISEWAKAN / DIJUAL MURAH

Kesunyian terdengar sangat kencang — manekin berkalung simbol perjuangan pedagang Pasar DTC Wonokromo!

“Kita semua sudah mencoba bertahan ya tapi ternyata tidak ada perubahan dari tahun ke tahun”

— UMI NINIK – PEMILIK TOKO MUKENAH LANTAI 1B PASAR DTC WONOKROMO – Kamis, 29/10/2026 – AKTIVIS ASPIRASI RAKYAT

Beliau Menjelaskan Bahwa Para Pedagang Sudah Mencoba Berbagai Cara, Mulai Dari Internal, Yakni Dengan Mengumpulkan Petisi Guna Meminta Keringanan Biaya Sewa, Mencoba Menggunakan Fitur Aplikasi Belanja Online, Hingga Akhirnya Memutuskan Untuk Meminta Pertolongan Kepada Pemerintah. Itu Semua Dilakukan Tanpa Adanya Perubahan Yang Benar-Benar Signifikan.

📝 UPAYA PEDAGANG DTC WONOKROMO BERTAHAN – SEMUA SUDAH DICOBA:

📄 PETISI

Keringanan Sewa

🛒 ONLINE

Aplikasi Belanja

🏛️ PEMERINTAH

Minta Pertolongan

Semua dilakukan tanpa perubahan signifikan dari tahun ke tahun!

Sebagian Terpaksa Melepaskan Lahan, Sebagian Lagi Masih Bertahan

Di Antara Banyak Pedagang Yang Gulung Tikar, Masih Terlihat Beberapa Pedagang Yang Memilih Untuk Bertahan Lantaran Faktor Ekonomi Dan Kebutuhan Yang Kian Menghimpit. Walaupun Tidak Jarang, Mereka Harus Pulang Dengan Omzet Yang Sedikit Bahkan Tanpa Membawa Hasil. Satu Hingga Dua Pengunjung Tetap Disambut Dengan Antusias, Terdengar Secara Jelas Suara Mereka Bergantian Menawarkan Barang Dagangan Agar Hari Itu Ada Pemasukkan.

Hal Tersebut Juga Dirasakan Oleh Ibu Lutfiyah, Penjual Produk Kecantikan Yang Terlihat Hanya Seorang Diri Di Bagian Belakang Pasar. Beliau Satu-Satunya Toko Yang Bertahan Ketika Rekan-Rekannya Mulai Menyerah Satu-Persatu.

“Dulu itu bisa nabung puluhan juta, sekarang enggak, kok puluhan juta, satu juta aja ga cukup, yang penting bisa makan,”

— IBU LUTFIYAH – PENJUAL PRODUK KECANTIKAN – SATU-SATUNYA TOKO BERTAHAN BELAKANG PASAR – TIM METRO CAKRAWALA

Ketika Topik Pembicaraan Bergeser Pada Alasan Bertahan, Wanita Separuh Baya Itu Hanya Tersenyum Sambil Mengatakan “Kalau Nggak Gitu Ga Bisa Makan, Karena Kan Cuma Ini Satu-Satunya Keterampilan”.

IBU LUTFIYAH:

“Dulu nabung puluhan juta, sekarang 1 juta aja ga cukup, yang penting bisa makan”

Satu-satunya keterampilan — harus bertahan demi makan

BU NINIK / UMI NINIK:

“Bertahan karena tidak punya tanggungan, sudah lansia, anak mapan, ingin support sesama pedagang”

Solidaritas — support sesama pedagang seperjuangan

Berbeda Dengan Ibu Lutfiyah, Bu Ninik Memilih Bertahan Sebab Rasa Solidaritas Terhadap Teman-Teman Satu Perjuangan Yang Masih Bertahan.

“Saya bisa bertahan disini karena tidak punya tanggungan, dalam arti sudah lansia dan anak-anak (sudah) mapan semua. Bertahannya juga (karena) kepingin mensupport sesama pedagang-pedagang yang lain,”

— BU NINIK / UMI NINIK – TOKO MUKENAH LANTAI 1B – SOLIDARITAS PEDAGANG

 

Pedagang Semakin Hilang Harapan, Perhatian-Perhatian, Kepada Pemerintah, Sebelah Sini Jangan Dilewatkan!

Situasi Perubahan Pasar Yang Disebabkan Oleh Banyak Faktor, Tidak Hanya Menjadi Masalah Pribadi Para Pedagang, Tetapi Turut Menjadi PR Besar Pemerintah Kota Surabaya. Penderitaan Yang Dirasakan Oleh Rakyat, Sepatutnya Tidak Luput Dari Perhatian Dan Sudah Menjadi Kewajiban Pemerintah Untuk Menstabilkan Kondisi Tersebut. Pemkot Surabaya Menjadi Satu-Satunya Pihak Yang Dapat Diandalkan Agar Terjadi Perubahan Yang Lebih Baik.

Selain Agenda Pembangunan Modern Dan Aksi Sidak Demi Estetika Dan Ketertiban Kota, Pemkot Surabaya Juga Wajib Memperhatikan Nasib UMKM Yang Ada Di Pasar Tradisional, Seperti Pada Pasar DTC Wonokromo. Bukan Hanya Kebijakan Dan Regulasi Yang Efektif, Terkadang Sebuah Perhatian Kecil Akan Sangat Berarti Bagi Pedagang.

Satu Kunjungan Pasar Yang Disematkan Ke Dalam Kalender Bapak Walikota Akan Membawa Semangat Baru Dan Menumbuhkan Harapan. Dengan Demikian, Para Pedagang Tidak Merasa Sendiri Dalam Menghadapi Krisis Ini. Apabila Fenomena Ini Terus Dibiarkan Tanpa Adanya Tindakan Dari Pemerintah, Para Pedagang Di Pasar DTC Hanya Bisa Pasrah Dan Menunggu Waktu Hingga Pasar Menjadi Lesu.

Manekin Berbalut Mukenah Jadi Saksi Bisu! Pasar DTC Wonokromo Butuh Lebih Dari Sekadar Regulasi — Satu Kunjungan Bapak Walikota di Kalender = Semangat Baru & Harapan Pedagang!

— PASAR DTC WONOKROMO SURABAYA – UMI NINIK & IBU LUTFIYAH – UMKM PASAR TRADISIONAL – PR BESAR PEMKOT SURABAYA

TAG:
#Pasar DTC Wonokromo
#Manekin Jadi Saksi
#Umi Ninik
#UMKM Surabaya
• • •

Pewarta: Erika   |   Editor: metrocakrawala.id

Surabaya, 29 Oktober 2026 | Pasar DTC Wonokromo Surabaya – Manekin Mukenah Lantai 1B – Umi Ninik – Ibu Lutfiyah – UMKM Pasar Tradisional – PD Pasar Surya – Pemkot Surabaya

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom bertanda * wajib diisi.