Ketua BEM UGM Soroti Kasus Meninggalnya Siswa SD di NTT, Kirim Surat Terbuka ke UNICEF

UTAMA

metrocakrawala.id || Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM), BEM UGM, Tiyo Ardianto, menyampaikan surat terbuka kepada Direktur Eksekutif UNICEF, Catherine Russell, tertanggal 5 Februari 2026.

Surat tersebut berisi keprihatinan atas meninggalnya seorang siswa sekolah dasar berinisial YBS (10) di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, yang disebut tidak mampu membeli perlengkapan sekolah seperti pulpen dan buku tulis.

Dalam suratnya, Tiyo menilai peristiwa tersebut bukan sekadar insiden individual, melainkan bagian dari persoalan sistemik yang menurutnya dapat dicegah. Ia menyinggung tanggung jawab negara dalam menjamin hak pendidikan sebagaimana diatur dalam konstitusi dan Konvensi Hak Anak.

Tiyo juga mengkritik kebijakan pemerintah, termasuk soal prioritas anggaran pendidikan. Ia menyoroti program Makan Bergizi Gratis yang digagas Presiden Prabowo Subianto, dan mempertanyakan dampaknya terhadap alokasi anggaran pendidikan.

Dalam bagian akhir surat terbuka tersebut, Tiyo meminta UNICEF memperkuat advokasi perlindungan anak di Indonesia, khususnya dalam menjaga keberlanjutan dan keadilan akses pendidikan.

Surat tersebut memicu berbagai tanggapan di ruang publik, baik yang mendukung kritik terhadap kebijakan pemerintah maupun yang menilai penyampaiannya terlalu keras.

Editor : Tut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *