
Metrocakrawala.id || SURABAYA – Sabtu, (03/10/2026) Komitmen serius dalam mengatasi persoalan sosial kemasyarakatan di Kota Pahlawan ditunjukkan melalui kegiatan jejaring aspirasi. Komunitas pemuda Territory Petemon IV, bersama dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya, menggelar diskusi interaktif untuk menampung langsung suara dan masukan warga tingkat akar rumput. Acara yang dipusatkan di Base Camp Pemuda Petemon Territory, Jalan Petemon IV ini merupakan bagian integral dari agenda resmi Reses Tahun Sidang Ketiga Masa Persidangan Pertama Tahun 2026.
Tujuan utama kegiatan ini adalah menjaring masukan konkret dari berbagai elemen masyarakat demi perumusan program pembangunan yang lebih tepat sasaran. Diskusi malam tersebut dihadiri secara khusus oleh Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya sekaligus Sekretaris DPC Partai Gerindra, Bahtiyar Rifai, S.H. Kedatangan pimpinan legislatif ini disambut dengan antusiasme tinggi oleh puluhan pemuda serta warga setempat yang siap menyuarakan berbagai kebutuhan lingkungan mereka.

Dalam paparannya, Bahtiyar Rifai menjelaskan bahwa program-program strategis yang akan diinisiasi merupakan hasil kolaborasi sinergis antara Pemerintah Kota (Pemkot) dan DPRD Surabaya, dan didanai melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026. Program ini secara khusus dirancang untuk mendongkrak kesejahteraan sosial serta meningkatkan kapasitas generasi muda Surabaya.
Dua Pilar Utama Pemberdayaan: Modal Gen Z dan Pendidikan
Beberapa poin krusial program pemberdayaan yang diungkapkan dalam kegiatan reses tersebut menyoroti dua pilar utama bagi kaum muda Surabaya: modal ekonomi dan pendidikan berkelanjutan.
- Program Modal Usaha Generasi Z :
Pemerintah berencana menyalurkan bantuan permodalan kepada pemuda dengan nilai awal Rp 5 juta. Total alokasi dana untuk program ini diperkirakan mencapai hingga Rp 35 juta per tahun, yang akan disasar langsung pada kegiatan Karang Taruna di setiap tingkatan RW. - Beasiswa Pemuda Tangguh :
Untuk memastikan akses pendidikan tidak terhambat oleh masalah ekonomi, disediakan pula bantuan biaya pendidikan sebesar Rp 350 ribu per bulan. Bantuan ini ditargetkan untuk pelajar tingkat SMA/sederajat serta mahasiswa dari perguruan tinggi swasta. Prioritas utamanya diberikan kepada warga yang berasal dari keluarga prasejahtera dan telah terdata dalam kategori Desil 1 hingga Desil 5 di kelurahan masing-masing.
Melalui kegiatan Jejaring Aspirasi ini, pemerintah menunjukkan komitmen untuk tidak hanya mendengar masukan, tetapi juga mewujudkannya melalui alokasi anggaran yang terukur, menjamin bahwa pemuda dan masyarakat prasejahtera menjadi fokus utama dalam pembangunan Surabaya ke depan.
Red_ tuk
What do you feel about this post?
Like
Love
Happy
Haha
Sad

