S
URABAYA – METROCAKRAWALA.ID | Antrean kendaraan mengular di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) kembali menjadi pemandangan yang menghebohkan warga Jawa Timur. Foto dan video antrean motor hingga mobil yang mengular panjang viral di media sosial sejak Sabtu malam (18/10/2026).
HEBOH! FOTO & VIDEO VIRAL SEJAK SABTU MALAM
Antrean Panjang Dilaporkan: Jember, Bondowoso, Malang Raya, Surabaya – Paling Banyak Dikeluhkan: Pertalite & Biosolar Subsidi
Keluhan tidak hanya datang dari satu titik. Antrean panjang dilaporkan terjadi di Jember, Bondowoso, hingga Malang Raya dan Surabaya. Jenis BBM yang paling banyak dikeluhkan: Pertalite dan Biosolar Subsidi.
Di tengah kepanikan warga, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turun langsung ke lapangan.
AKSI TURUN LAPANGAN GUBERNUR
Lokasi: SPBU 54.651.73 Jalan Ciliwung, Purwantoro, Blimbing, Kota Malang
Waktu: Sabtu Malam, 18 Oktober 2026
Aksi: Bagikan 300 Liter BBM Gratis untuk 100 Pengemudi Ojol (Masing-masing 3 Liter)
Pada Sabtu malam (18/10), di SPBU 54.651.73 Jalan Ciliwung, Purwantoro, Blimbing, Kota Malang, Khofifah membagikan 300 liter BBM gratis kepada 100 pengemudi ojek online (ojol). Masing-masing pengemudi menerima 3 liter sebagai bantalan biaya operasional.
Di lokasi yang sama, Khofifah menegaskan bahwa persoalan ini sudah dua kali dibahas dalam rapat koordinasi dengan Pertamina Patra Niaga.
“Pemprov Jatim sudah dua kali melakukan rapat koordinasi dengan Pertamina Patra Niaga, mulai dari persoalan antrean panjang di Jember, kemudian Bondowoso, hingga Malang. Berdasarkan data stok dari Pertamina, sebetulnya tercatat aman.”
— KHOFIFAH INDAR PARAWANSA, GUBERNUR JATIM
Kapal Impor Merapat di Tanjung Perak – Stok Dijamin Sampai Akhir Oktober
Khofifah menjelaskan, berdasarkan data Pertamina, kapal pengangkut BBM impor telah merapat di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Kapal berikutnya dijadwalkan tiba pada 25 Oktober 2026 sebagai bagian dari upaya menjaga kesinambungan pasokan.
PERTAMAX
Melebihi Kebutuhan Hingga 31 Okt
PERTALITE & SOLAR
Mencukupi Sesuai Alokasi
Secara rinci, pasokan Pertamax hingga 31 Oktober 2026 diperkirakan melebihi kebutuhan, sementara Pertalite dan solar diperkirakan mencukupi sesuai alokasi yang tercatat.
Namun, Pernyataan Resmi Belum Jawab Kegelisahan di Lapangan
Namun, pernyataan resmi tersebut belum sepenuhnya menjawab kegelisahan di lapangan.
Pantauan metrocakrawala.id hingga Minggu (19/10) siang, kolom komentar warga Surabaya dan Malang masih ramai melaporkan antrean. Warga menyebut harus mengantre 30 menit hingga satu jam lebih. Bahkan ada SPBU yang tutup lebih awal karena stok harian sudah habis.
“Stok ada, distribusi yang macet,” tulis salah satu netizen yang videonya viral di TikTok.
— KOMENTAR VIRAL WARGA – TIKTOK MALAM INI
Khofifah sendiri mengakui adanya ketimpangan antara data stok dan realitas distribusi. Berdasarkan koordinasi dengan Pertamina, pasokan ke sejumlah SPBU di Malang bahkan dilaporkan telah melampaui kuota yang tercatat.
Karena itu, evaluasi distribusi menjadi kunci.
“Harapan kita, masing-masing SPBU di Jawa Timur mendistribusikan BBM sesuai proporsi. Kebutuhan itu sebenarnya sudah ada datanya di Pertamina. Jadi, mari kita bersama-sama memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi sesuai porsinya.”
Gubernur Ingatkan: Hindari Panic Buying & Tangki Modifikasi!
Gubernur juga mengingatkan agar masyarakat tidak melakukan panic buying. Ia menyoroti adanya indikasi pembelian menggunakan tangki modifikasi untuk dijual kembali.
PERINGATAN KERAS GUBERNUR
“Kita harus menghindari panic buying. Apalagi jika ada indikasi membeli menggunakan tangki yang lebih besar, kemudian BBM-nya disedot atau dijual kembali di jalan. Ini perlu menjadi perhatian bersama.”
Untuk mengantisipasi penyelewengan, koordinasi juga dilakukan dengan jajaran kepolisian, termasuk Kapolda Jawa Timur dan Kapolri.
Di sisi lain, Kota Malang memiliki karakteristik khusus sebagai kota pendidikan dan tujuan wisata. Mobilitas mahasiswa, wisatawan, dan pekerja pada periode tertentu disebut dapat memengaruhi kebutuhan bahan bakar secara mendadak.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan akan terus mengawal distribusi berbasis data kebutuhan aktual, bukan sekadar alokasi di atas kertas.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu bukti nyata di lapangan — apakah janji stok aman hingga 31 Oktober benar-benar berarti tidak ada lagi antrean panjang untuk Pertalite dan Biosolar di Jember, Malang, dan Surabaya.
Pewarta: metrocakrawala.id | Editor: metrocakrawala.id
SURABAYA – Minggu, 19 Oktober 2026 | SPBU Ciliwung Malang – Antrean Viral TikTok





