metrocakrawala.id | SURABAYA – Suasana penuh semangat kebangsaan mewarnai deklarasi Partai Nasionalis Nusantara (PNN) yang digelar di Jalan Peneleh, Kelurahan Peneleh, Kecamatan Genteng, Surabaya, Kamis (1/10/2026).
Sekitar pukul 10.00 WIB, para pengurus dan keluarga besar PNN berkumpul membawa satu pesan utama, yakni membangun kehidupan politik yang tidak hanya berbicara soal kekuasaan, tetapi juga tentang pengabdian dan kepedulian terhadap masyarakat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Umum PNN Teten, Wakil Ketua Umum Bintang, Sekretaris Jenderal Menur, serta Wakil Sekretaris Jenderal Prof. Itok.
Acara diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan doa, Deklarasi PNN, hingga pembacaan Setya Pancasila.
Dalam sambutannya, Ketua Umum PNN menyampaikan tema “Berakhlak, Nasionalis, Bersatu, Berdaulat, Adil Makmur.”
Bagi PNN, politik diharapkan tidak berhenti pada perebutan jabatan atau kekuasaan. Politik, menurut Ketua Umum, harus menjadi ruang untuk mengabdi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Politik bukan semata-mata tentang kekuasaan. Politik adalah jalan pengabdian. Kekuasaan hanyalah alat, sedangkan tujuan akhirnya adalah menghadirkan sebesar-besarnya manfaat bagi rakyat.”
Politik yang Dekat dengan Masyarakat
Pesan tentang akhlak dan integritas menjadi bagian penting dalam deklarasi tersebut.
PNN mendorong kadernya untuk tidak hanya memahami politik, tetapi juga menjaga sikap, ucapan, dan tindakan dalam kehidupan sehari-hari.
Kepentingan masyarakat dan bangsa diharapkan tetap menjadi perhatian utama ketika menjalankan aktivitas politik.
Menurut PNN, politik akan memiliki makna ketika keberadaannya dapat dirasakan masyarakat dalam kehidupan nyata.
Berbeda Bukan Berarti Harus Terpecah
Persatuan juga menjadi pesan yang cukup kuat dalam kegiatan tersebut.
Ketua Umum PNN mengingatkan bahwa Indonesia dibangun dari masyarakat yang berbeda-beda. Ada perbedaan suku, agama, daerah, profesi, hingga pandangan politik.
Namun, perbedaan tersebut tidak harus membuat masyarakat saling menjauh.
“Tidak boleh kita terpecah. Kita boleh berbeda suku, agama, daerah, profesi, maupun pandangan. Tetapi ketika berbicara tentang Indonesia, kita mempunyai satu tanah air, satu bangsa, dan satu tujuan bersama.”
Pesan tersebut sekaligus menjadi ajakan agar perbedaan dalam kehidupan politik tetap ditempatkan dalam semangat persaudaraan dan kebangsaan.
Ekonomi Rakyat Jadi Perhatian
Tidak hanya berbicara mengenai politik, PNN juga menaruh perhatian terhadap kehidupan ekonomi masyarakat.
Penguatan UMKM, koperasi, dan kegiatan usaha masyarakat disebut menjadi salah satu bagian yang ingin didorong melalui keberadaan kader-kader PNN.
“Kita dorong koperasi dan berbagai kegiatan ekonomi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Kita perlu menemukan kemampuan produksi kader dengan jaringan pasar yang lebih luas.”
Semangat tersebut diarahkan agar masyarakat memiliki kesempatan untuk berkembang melalui usaha dan kemampuan ekonominya sendiri.
Jangan Sampai Politik Jadi Kepentingan Pribadi
Dalam kesempatan itu, Ketua Umum PNN juga berbicara mengenai pentingnya transparansi dan kepatuhan terhadap hukum.
Ia mengingatkan agar organisasi politik tidak digunakan untuk kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu.
“Tidak boleh ada penyaluran partai untuk kepentingan pribadi. Tidak boleh ada kekuatan ekonomi yang mengendalikan cita-cita perjuangan kita.”
Bagi PNN, membangun organisasi bukan hanya soal memperbesar jumlah anggota, tetapi juga menjaga kepercayaan masyarakat.
Dari Peneleh untuk Indonesia
Menutup sambutannya, Ketua Umum PNN mengajak seluruh kader untuk bersama-sama membangun organisasi sebagai wadah pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
Pesan tersebut dirangkum dalam sebuah rangkaian kalimat yang menjadi semangat perjuangan PNN:
«“Dari Nusantara, kita kuatkan persatuan. Dari persatuan, kita tegakkan kedaulatan. Dari kedaulatan, kita wujudkan keadilan. Dan dari keadilan, kita bangun kemakmuran rakyat Indonesia.”»
Deklarasi kemudian ditutup dengan seruan bersama:
“Berakhlak! Nasionalis! Bersatu! Berdaulat! Adil dan Makmur!”
Dari Peneleh, Surabaya, PNN menyampaikan semangat untuk membangun politik yang mereka gambarkan sebagai politik yang lebih berakhlak, mengutamakan persatuan, menghormati perbedaan, serta memberi ruang bagi masyarakat untuk tumbuh dan mandiri secara ekonomi.