M
ALANG, METROCAKRAWALA.ID – Di tengah antrean panjang yang melanda sejumlah SPBU di Jawa Timur dalam sepekan terakhir, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memilih turun langsung ke lapangan.
AKSI SIMBOLIK GUBERNUR DI TENGAH ANTREAN PANJANG
Sabtu Malam 17 Oktober 2026 – SPBU 54.651.73 Jl. Ciliwung Purwantoro Blimbing Malang – 300 Liter BBM Gratis Untuk 100 Ojol
Sabtu malam, 17 Oktober 2026, di SPBU 54.651.73 Jalan Ciliwung, Kelurahan Purwantoro, Blimbing, Kota Malang, ia membagikan bantuan bahan bakar minyak gratis sebanyak 300 liter kepada 100 pengemudi ojek online. Masing-masing pengemudi menerima tiga liter BBM gratis.
Langkah kecil itu menjadi simbol kehadiran negara di saat pekerja sektor informal paling merasakan dampak antrean.
LAPORAN RESMI LAPANGAN
“Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membagikan bantuan bahan bakar minyak (BBM) gratis sebanyak 300 liter kepada 100 pengemudi ojek online (ojol) di Kota Malang.”
Khofifah mengatakan bantuan tersebut diberikan untuk meringankan biaya operasional para pengemudi yang setiap harinya mengandalkan kendaraan bermotor sebagai sumber penghasilan.
Stok Aman, Kapal Impor Sudah Merapat di Tanjung Perak
Di balik antrean, Pemprov Jatim memastikan satu hal: stok tidak kosong.
Berdasarkan koordinasi dengan PT Pertamina Patra Niaga, ketersediaan stok BBM secara umum dipastikan aman hingga 31 Oktober 2026. Khofifah menyampaikan, kapal pengangkut BBM impor telah merapat di Pelabuhan Tanjung Perak, dan kapal berikutnya dijadwalkan tiba pada 25 Oktober.
“Pemprov Jatim sudah dua kali melakukan rapat koordinasi dengan Pertamina Patra Niaga, mulai dari persoalan antrean panjang di Jember, kemudian Bondowoso, hingga Malang. Berdasarkan data stok dari Pertamina, sebetulnya tercatat aman.”
— KHOFIFAH INDAR PARAWANSA, Gubernur Jatim – di SPBU Ciliwung Malang
Namun ia menggarisbawahi, aman di atas kertas belum tentu lancar di lapangan. Karena itu evaluasi distribusi menjadi kunci.
Pusat Turun Tangan: ESDM Targetkan Tuntas 1-2 Hari
Persoalan Jatim kini menjadi perhatian nasional. Kementerian ESDM menargetkan antrean di Jawa Timur tuntas dalam waktu singkat.
TARGET NASIONAL – KEMENTERIAN ESDM – JAKARTA
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menargetkan antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Jawa Timur teratasi dalam 1-2 hari. Langkah ini dilakukan bersama Pertamina melalui upaya penanganan gangguan pasokan, terutama di Malang, Jember, dan Blitar.
Target itu disampaikan Dirjen Migas ESDM Laode Sulaeman usai menerima Khofifah dan Wagub Emil Dardak di Jakarta, Selasa (20/10/2026).
PERNYATAAN DIRJEN MIGAS ESDM
“Memang ada beberapa wilayah yang terindikasi ada antrean, seperti di Malang, Jember, Blitar. Tadi kita upayakan agar segera menjadi teratasi. Intinya kita dalam 1-2 hari ini sudah harus tuntas.”
— Laode Sulaeman, Dirjen Migas ESDM
Pemerintah pusat juga membahas penguatan pasokan karena Jawa Timur turut menjadi penyangga distribusi ke Bali, sehingga gangguan di Jatim tidak boleh meluas.
Evaluasi SPBU dan Larangan Panic Buying
Khofifah meminta seluruh SPBU di Jawa Timur mendistribusikan BBM sesuai proporsi dan berbasis data kebutuhan riil, bukan asal salur.
Menurutnya, Malang memiliki karakter khusus sebagai kota pendidikan dan kota wisata. Mobilitas mahasiswa, wisatawan, dan masyarakat pada periode tertentu sangat memengaruhi kebutuhan bahan bakar. Jika antrean masih terjadi padahal pasokan sudah melampaui kuota, maka perlu evaluasi mendalam di lapangan.
Ia juga mengeluarkan imbauan keras kepada masyarakat: hentikan panic buying dan penimbunan.
IMBAUAN KERAS GUBERNUR
“Kita harus menghindari panic buying. Apalagi jika ada indikasi membeli menggunakan tangki yang lebih besar, kemudian BBM-nya disedot atau dijual kembali di jalan.”
Untuk itu, Pemprov telah berkoordinasi dengan Kapolda Jatim dan Kapolri untuk pengawasan, termasuk pemantauan 25 SPBU di Malang oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah bersama Polresta Malang Kota guna mencegah penimbunan.
Khofifah menegaskan, Pertalite dan solar harus tetap bisa diakses masyarakat kecil. Jika Pertamax secara stok diproyeksikan surplus hingga akhir Oktober, maka Pertalite dan solar harus dipastikan cukup sesuai alokasi.
Antrean di Jatim bukan sekadar soal BBM. Ini soal nadi ekonomi 41 juta penduduk yang bergerak di atas roda. Dan dalam 1-2 hari ke depan, publik menunggu janji itu ditepati: antrean terurai, mesin kembali menyala normal.
Pewarta: metrocakrawala.id | Editor: metrocakrawala.id
MALANG – Sabtu Malam 17 Oktober 2026 | SPBU 54.651.73 Jl. Ciliwung Purwantoro Blimbing Malang – ESDM Jakarta





