S
URABAYA, METROCAKRAWALA.ID – Tekanan ekonomi kembali menghantam masyarakat Jawa Timur. Di tengah isu nilai tukar Rupiah yang dikabarkan menyentuh angka Rp18 ribu per dolar AS hari ini, Senin (20/10/2026), harga bahan pokok di sejumlah pasar tradisional terpantau mulai merangkak naik.
ISU PANAS HARI INI – SENIN 20 OKTOBER 2026
RUPIAH DIISUKAN TEMBUS Rp18.000 / USD
Harga Pokok di Pasar Tradisional Jatim Merangkak Naik Rp2.000 – Rp5.000 / Kg
Pantauan metrocakrawala.id di lapangan dan dari percakapan warga di media sosial, kabar pelemahan Rupiah tersebut menyebar cepat sejak pagi. Sejumlah akun informasi lokal di Instagram dan WhatsApp Group ramai membagikan tangkapan layar kurs dan keluhan kenaikan harga. Meski hingga berita ini diturunkan belum ada konfirmasi resmi dari Bank Indonesia mengenai angka Rp18 ribu tersebut, efek psikologis di pasar sudah terasa.
Harga Cabai, Bawang, Minyak Naik – Pedagang: Pembeli Ngerem
Kenaikan paling dirasakan pada komoditas pangan harian. Pedagang di Pasar Keputran, Pasar Pabean, dan Pasar Wonokromo Surabaya melaporkan kenaikan harga cabai rawit, bawang merah, dan minyak goreng curah rata-rata Rp2.000 hingga Rp5.000 per kilogram dalam dua hari terakhir.
CABAI RAWIT
Naik Rp2K – 5K / Kg
BAWANG MERAH
Naik Rp2K – 5K / Kg
MINYAK CURAH
Naik Rp2K – 5K / Kg
“Pembeli mulai ngerem. Katanya di medsos dolar naik, jadi semua bakal naik. Kami kulakan juga sudah naik dari tengkulak.”
— SITI, Pedagang Sayur Pasar Keputran Utara – Senin Pagi
Situasi ini diperparah dengan kekhawatiran masyarakat pasca antrean BBM di Malang Raya yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
PEMERINTAH DORONG KDKMP JADI PENYANGGA DISTRIBUSI
Menjawab gejolak harga tersebut, pemerintah pusat mengambil langkah taktis dengan memperkuat Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Kementerian Koperasi memperkuat operasionalisasi KDKMP di Jawa Timur dan Jawa Tengah pada pertengahan Oktober 2026 untuk memastikan distribusi beras, MinyaKita, LPG tiga kilogram, pupuk bersubsidi, serta bantuan sosial menjangkau masyarakat desa melalui gerai koperasi.
KDKMP DIPOSISIKAN SEBAGAI PEMUTUS MATA RANTAI TENGKULAK & PENIMBUN
Langkah ini dinilai krusial. Di saat rantai pasok nasional terganggu isu nilai tukar dan distribusi, KDKMP diposisikan sebagai pemutus mata rantai tengkulak dan penimbun.
INSTRUKSI TEGAS KEMENKOP
“Instruksi kami jelas: tidak boleh ada kekosongan stok di tingkat desa. Gerai KDKMP harus menjadi stabilisator harga. Jika harga di pasar tradisional naik karena spekulasi, KDKMP harus hadir dengan harga sesuai HET.”
— SUMBER PEJABAT KEMENKOP dikonfirmasi metrocakrawala.id
Di Jawa Timur, sebanyak ratusan gerai KDKMP diminta siaga penuh menyalurkan beras SPHP, MinyaKita, dan LPG subsidi. Pemerintah Provinsi Jatim juga diminta melakukan operasi pasar bersama Satgas Pangan Polda Jatim untuk memastikan tidak ada penimbunan.
ANALISIS PENGAMAT – UNAIR
“Pasar tradisional itu sangat sensitif terhadap isu. Yang dibutuhkan sekarang bukan bantahan, tapi intervensi barang. KDKMP bisa efektif asalkan distribusinya tidak tersendat di birokrasi desa dan benar-benar menjual di bawah harga pasar.”
— Pengamat Ekonomi Universitas Airlangga
Hingga siang ini, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim belum merilis data resmi inflasi harian. Namun tim metrocakrawala.id mencatat, masyarakat diminta untuk tidak panik dan tetap berbelanja secara wajar serta melaporkan jika menemukan lonjakan harga yang tidak wajar di lingkungannya.
HIMBAUAN REDAKSI:
Masyarakat diminta tidak panik, berbelanja wajar, dan lapor jika menemukan lonjakan harga tidak wajar di Pasar Keputran, Pabean, Wonokromo. Kirim laporan ke redaksi metrocakrawala.id.
Pewarta: metrocakrawala.id | Editor: metrocakrawala.id
SURABAYA – Senin, 20 Oktober 2026 | Pasar Keputran, Pabean, Wonokromo – Isu Rupiah Rp18 Ribu





