S
URABAYA – METROCAKRAWALA.ID | Surabaya kembali menjadi panggung sejarah bagi Syarikat Islam. 113 tahun setelah rapat akbar 15 ribu anggota di kota ini pada Januari 1913, organisasi pergerakan tertua di republik kembali menggelar hajat besarnya di tempat yang sama.
Kongres Nasional Majelis Tahkim ke-42 Syarikat Islam (SI) resmi dibuka di Gedung Jatim Expo, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (18/10/2026). Ribuan anggota, saudagar, dan simpatisan dari Aceh hingga Papua memadati arena. Panitia mencatat kongres berlangsung 17-20 Oktober 2026, terpusat di Asrama Haji Sukolilo dan Jatim Expo.
TEMA KONGRES KE-42 – SARAT MAKNA
“Dakwah Ekonomi Menuju Kemerdekaan Sejati”
Pembukaan berlangsung khidmat sekaligus semarak. Sesuai brosur resmi panitia, acara dibuka dengan konser religi yang menghadirkan dua pelantun lagu Islami legendaris, Opick dan Sulis, sebagai pengantar spiritual sebelum masuk ke agenda konstitusional organisasi.
DAFTAR TOKOH HADIR – PEMBUKAAN JATIM EXPO
– Presiden Lajnah Tanfidziyah SI Hamdan Zoelva
– Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan
– Menteri Koperasi Ferry Juliantono (Sekjen SI)
– Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak
– Sekjen MUI Buya Amirsyah Tambunan
– Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan hadir sesuai rundown
Perlawanan Dimulai dari Ekonomi
Dalam pidato kuncinya, Hamdan Zoelva menegaskan bahwa Syarikat Islam tidak sedang bernostalgia. Tema dakwah ekonomi dipilih sebagai jawaban atas persoalan paling nyata hari ini: kemiskinan dan ketimpangan.
“Perlawanan dimulai dari gerakan memperbaiki ekonomi rakyat.”
— HAMDAN ZOELVA
Menurut dia, masalah ekonomi dan kemiskinan berpengaruh pada akses pendidikan, pemenuhan gizi, layanan kesehatan, hingga partisipasi politik. Karena itu, dakwah tidak boleh berhenti pada seruan keagamaan, tetapi harus menjadi gerakan ekonomi yang terorganisasi.
“Masalah ekonomi dan kemiskinan. Kita hendak bangkit dan melawan. Gerakan perbaikan umat, lewat ekonomi.”
— HAMDAN ZOELVA, Presiden Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam
Hamdan mengingatkan, Surabaya dipilih bukan tanpa alasan. Kota ini adalah pusat penting Syarikat Islam di bawah H.O.S. Tjokroaminoto, yang rumahnya di Peneleh menjadi kawah candradimuka tokoh bangsa — dari Soekarno, Semaoen, hingga Kartosoewirjo. Warisan itu kini hendak dihidupkan kembali melalui koperasi, ekonomi syariah, kewirausahaan, serta pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf secara profesional.
HARAPAN MAJELIS TAHKIM KE-42
“Melalui Majelis Tahkim yang ke-42 ini, saya berharap kita semakin jeli dan tekun menguatkan praktik baik dari pengembangan dan pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf secara profesional.”
Zulkifli Hasan: Kebangkitan Nasional Pertama Adalah Sarekat Islam
Nada yang sama digaungkan Menko Pangan Zulkifli Hasan. Ia blak-blakan menyoroti sejarah kebangkitan nasional.
“Kalau boleh jujur, gerakan kebangkitan nasional pertama adalah Sarekat Islam, tapi yang kita peringati Boedi Oetomo.”
— ZULKIFLI HASAN, Menko Pangan
Ia juga menyinggung ironi ketahanan pangan nasional.
“Petani kita miskin, petani luar kita untungkan. Dan itulah yang terjadi berpuluh tahun. Kita perlu berpihak pada petani dan peternak Indonesia.”
Zulkifli mengapresiasi langkah Syarikat Islam mendorong Koperasi Desa sebagai perwujudan cita-cita ekonomi kerakyatan, sejalan dengan amanat Pasal 33 UUD 1945.
Bukan Sekadar Kongres
Rangkaian kongres tidak hanya diisi sidang-sidang konstitusi. Di sisi lain gedung, panitia menggelar Festival Koperasi in Conjunction with SI Connect Expo 2026 — mempertemukan pelaku usaha kecil, koperasi, dan komunitas untuk membuka jejaring usaha konkret.
PERJALANAN PENUH BATIN – DARI ACEH HINGGA BOGOR
DPC SI Kota Bogor: 15 saudagar dan 5 delegasi resmi diberangkatkan.
Dari Aceh: 35 delegasi menempuh jalur darat sejak 13 Oktober demi sampai di Surabaya — penanda bahwa perjalanan ke kongres ini bukan sekadar fisik, melainkan batin.
Bagi Syarikat Islam yang tahun ini memasuki usia 121 tahun, pesan dari Surabaya ini jelas: kemerdekaan sejati tidak berhenti pada kedaulatan politik. Ia harus hadir dalam bentuk kedaulatan ekonomi — ketika petani tidak lagi miskin di lumbungnya sendiri, ketika saudagar bangkit, dan ketika umat mandiri di atas kaki sendiri.
Pewarta: metrocakrawala.id | Editor: metrocakrawala.id
SURABAYA – Minggu, 18 Oktober 2026 | Jatim Expo & Asrama Haji Sukolilo | Kongres ke-42 Syarikat Islam


