B
OGOR – METROCAKRAWALA.ID – Jelang dua tahun masa pemerintahan, Presiden Prabowo Subianto bergerak cepat melakukan konsolidasi total. Dua agenda besar terjadi berurutan di akhir pekan ini, yang menandai arah baru pemerintahan Prabowo-Gibran.
BREAKING ISTANA BOGOR – AKHIR PEKAN INI
Rapat Kabinet Tertutup Evaluasi Asta Cita + Penetapan 17 Oktober sebagai Hari Kebudayaan Nasional bertepatan HUT Presiden Prabowo!
Rapat Kabinet Tertutup di Istana Bogor
Jumat, 16 Oktober 2026, Presiden Prabowo mengumpulkan seluruh menteri dan kepala lembaga negara di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.
Rapat kabinet yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo ini bukan rapat biasa. Agenda utamanya adalah pemantauan dan evaluasi total pelaksanaan Program Asta Cita – 8 program prioritas yang menjadi janji utama pemerintahan.
“Ada rapat kabinet yang langsung dipimpin Pak Presiden Prabowo Subianto.”
— SUMBER ISTANA, JUMAT (16/10/2026)
Momentum rapat ini sangat strategis. Pasalnya, pada 20 Oktober 2026 mendatang, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka genap berusia dua tahun sejak dilantik pada 20 Oktober 2024.
FOKUS EVALUASI 2 TAHUN
Dua tahun adalah titik evaluasi krusial. Presiden ingin memastikan semua kementerian tidak lagi bekerja sektoral, tetapi terintegrasi dalam kerangka Asta Cita, mulai dari ketahanan pangan, energi, hilirisasi, hingga pertahanan dan kesejahteraan rakyat.
Sumber Istana menyebutkan, Presiden meminta laporan progres yang terukur, bukan sekadar narasi, menjelang laporan kinerja dua tahun pemerintahan kepada publik.
Kado Budaya: 17 Oktober Jadi Hari Kebudayaan Nasional
Hanya berselang beberapa jam setelah rapat kabinet, sebuah keputusan bersejarah lahir dari Kementerian Kebudayaan.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon resmi menetapkan tanggal 17 Oktober sebagai Hari Kebudayaan Nasional.
KEPUTUSAN BERSEJARAH
17 OKTOBER
HARI KEBUDAYAAN NASIONAL
Bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Presiden Prabowo Subianto yang lahir pada 17 Oktober
Keputusan ini bukan sekadar simbolik. Penetapan Hari Kebudayaan Nasional di tanggal kelahiran Presiden dimaknai sebagai komitmen pemerintahan Prabowo untuk menempatkan kebudayaan sebagai pilar utama pembangunan nasional, sejajar dengan ekonomi dan pertahanan.
Dengan ditetapkannya 17 Oktober, Indonesia kini memiliki hari resmi untuk merayakan kebhinekaan, memuliakan warisan leluhur, dan memperkuat jati diri bangsa di tengah gempuran budaya global.
“Dua peristiwa ini – rapat evaluasi Asta Cita di Istana Bogor dan penetapan Hari Kebudayaan – menjadi sinyal kuat bahwa memasuki tahun kedua, pemerintahan Prabowo-Gibran ingin meninggalkan warisan yang tidak hanya soal infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga soal identitas dan kebudayaan bangsa.
Dari Bogor, pesan itu disampaikan: pembangunan tanpa kebudayaan adalah pembangunan tanpa jiwa.”
Pewarta: metrocakrawala.id | Editor: metrocakrawala.id
Penulis: Kepala Biro Istana – metrocakrawala.id | Editor: Redaksi Nasional | Bogor, 16-17 Oktober 2026


