BREAKING: Antrean BBM Mengular Nasional! Pertamina Minta Maaf, Singgung Geopolitik & Panic Buying

2 menit baca

SURABAYA, METROCAKRAWALA.ID – Pemandangan antrean kendaraan yang mengular di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) kembali terjadi secara nasional pada Kamis hingga Jumat (16/10/2026). Dari ujung timur Jawa di Jember, Bali, hingga pusat mobilitas di Jabodetabek, warga mengeluhkan waktu tunggu pengisian BBM yang tidak wajar, terutama untuk jenis Pertalite.

Fenomena ini dengan cepat menjadi topik paling ramai diperbincangkan publik pagi ini, baik di lapangan maupun di ruang digital.

Antrean 1 Jam di Jember: Motor, Mobil, Hingga Truk Mengular

Di Kabupaten Jember, Jawa Timur, antrean terpantau di sejumlah titik vital seperti kawasan Ahmad Yani, Kaliwates, Mangli, hingga Mastrip. Kendaraan roda dua, mobil pribadi, hingga truk boks mengular sampai ke bahu jalan. Warga menyebut harus mengantre 30 menit hingga lebih dari satu jam hanya untuk mendapatkan BBM.

“Antreannya cukup panjang. Kami harus menunggu lebih lama untuk mengisi BBM, padahal kebutuhan ini untuk aktivitas sehari-hari.”

— SAMSUL HADI, WARGA SUMBERSARI JEMBER

Keluhan serupa disampaikan warga lain yang khawatir aktivitas kerja dan ekonomi terganggu.

Pertamina Minta Maaf: Pasokan Aman, Geopolitik Ganggu Rantai Pasok

Menanggapi keresahan nasional tersebut, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus akhirnya angkat bicara dan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat.

PERNYATAAN RESMI PERTAMINA

Pertamina menegaskan, tidak ada pengurangan volume pengiriman BBM ke daerah. Pasokan di Jember dan sekitarnya dinyatakan tetap aman. Yang terjadi adalah penyesuaian pola distribusi akibat dinamika geopolitik internasional yang berdampak pada rantai pasok energi dunia, termasuk molornya jadwal kedatangan kapal tanker minyak.

Meski volume aman, di lapangan tekanan permintaan justru meningkat. Pertamina mencatat adanya fenomena panic buying dan peralihan konsumen dari Pertamax ke Pertalite yang menambah beban pada satu jenis BBM.

Satgas Anti-Tengkulak Disiapkan

Situasi kelangkaan semu ini memicu langkah antisipatif dari pemerintah daerah. Pemerintah Kabupaten Jember menggelar rapat koordinasi untuk mempersiapkan satuan tugas (satgas) khusus guna mengatasi praktik tengkulak yang kerap memanfaatkan situasi antrean.

Pertamina sendiri menyatakan telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah, kepolisian, dan Dinas Perhubungan untuk mengurai antrean dan mengatur lalu lintas di sekitar SPBU.

IMBAUAN RESMI

Masyarakat diminta tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan harian, tidak berlebihan.

“Harapannya segera normal kembali. Kalau antreannya panjang seperti ini, tentu mengganggu aktivitas warga.”

— HARYATI, WARGA AMBULU JEMBER

Hingga berita ini diturunkan, Jumat pagi (16/10), antrean masih dilaporkan terjadi di beberapa wilayah. Pertamina berjanji akan terus mempercepat normalisasi distribusi sembari memastikan kepastian pasokan sebagai kunci meredakan kekhawatiran publik.

• • •

Pewarta: metrocakrawala.id   |   Editor: metrocakrawala.id

JAKARTA & JEMBER – Kamis – Jumat, 16 Oktober 2026 | Pantauan SPBU Nasional

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom bertanda * wajib diisi.