Dialog Kebangsaan Sidoarjo Digelar, Pemkab Ajak Warga Tangkal Hoaks dan Rawat Kerukunan

UMUM

metrocakrawala.id || SIDOARJO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan berbagai elemen masyarakat menggelar Dialog Kebangsaan di Pendopo Delta Wibawa, Sidoarjo, Kamis (13/8/2026).

Kegiatan tersebut digelar sebagai upaya memperkuat kerukunan masyarakat sekaligus mengantisipasi potensi polarisasi yang dapat muncul di tengah derasnya arus informasi di ruang digital menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo, Fenny Apridawati, yang hadir mewakili Bupati Sidoarjo Subandi, menekankan pentingnya meningkatkan literasi digital serta membangun sikap kritis masyarakat dalam menyaring berbagai informasi yang beredar di media sosial.

Menurut Fenny, kemudahan masyarakat dalam mengakses informasi harus diimbangi dengan kemampuan memeriksa kebenaran informasi sebelum mempercayai maupun menyebarkannya.

Kemudahan akses informasi saat ini menuntut kita secara cermat memilah dan memverifikasi kebenaran setiap berita agar tidak mudah terprovokasi. Kekuatan untuk menjaga persatuan berada di tangan kita bersama,” ujar Fenny.

Ia menilai dinamika yang berkembang di ruang maya kerap berpengaruh terhadap kehidupan sosial di dunia nyata. Informasi bohong atau hoaks, ujaran kebencian, hingga narasi yang berpotensi memecah belah masyarakat dinilai dapat mengganggu stabilitas dan kerukunan daerah apabila tidak disikapi secara bijak.

Sidoarjo sebagai daerah dengan perkembangan masyarakat yang pesat dan latar belakang yang beragam dinilai memiliki tantangan tersendiri dalam menjaga persatuan. Karena itu, kerukunan antarsuku, antaragama, antargolongan, serta berbagai organisasi kemasyarakatan perlu terus dirawat.

Fenny menegaskan keberagaman yang dimiliki Sidoarjo seharusnya menjadi kekuatan sosial untuk membangun daerah, bukan justru menjadi sumber perpecahan.

Mari terus merawat toleransi, memperkuat kerukunan, dan menghindari segala tindakan maupun ucapan yang memicu permusuhan di tengah masyarakat,” tambahnya.

Dialog Kebangsaan tersebut mengusung tema “Merawat Bhinneka Tunggal Ika Memperkuat Persatuan Bangsa di Tengah Polarisasi dan Ruang Digital.”

Kegiatan ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama yang melibatkan perwakilan tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, akademisi, hingga insan media.

Komitmen tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai deklarasi, tetapi menjadi langkah bersama untuk menjaga suasana sosial Sidoarjo tetap kondusif, toleran, dan mampu menghadapi berbagai tantangan informasi di era digital.

Editor : Sutiawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *