Berani! Puluhan Perempuan Gelar “Suroboyo Wani” 12 Tuntutan Mengguncang, Termasuk Pembalut Bebas PPN

3 menit baca

Aliansi Surabaya Bergerak & Srikandi Aksi Damai Minggu 8 November 2026: Pekerja, Mahasiswa Hingga Lansia Suarakan Keresahan – Kritik Prabowo-Gibran 2 Tahun!.

S
URABAYA Metrocakrawala.id – Puluhan perempuan yang tergabung dalam Aliansi Surabaya Bergerak bersama Srikandi Aksi Damai menggelar demonstrasi damai bertajuk “Suroboyo Wani” di Taman Apsari, Surabaya. Aksi tersebut menjadi wadah bagi perempuan dari berbagai kalangan, mulai dari pekerja, mahasiswa hingga lanjut usia (lansia), untuk menyuarakan keresahan serta menyampaikan aspirasi mereka terhadap berbagai persoalan pada Minggu, (8/11/2026).

AKSI DIMULAI 14.30 WIB – PETISI DI KAIN PUTIH MONUMEN GUBERNUR SURYO

MASSA BERKUMPUL DI TAMAN APSARI SEJAK 14.30 WIB – TANDA TANGAN PETISI DI KAIN PUTIH TERBENTANG DI DEPAN MONUMEN GUBERNUR SURYO – SAMPAIKAN 12 TUNTUTAN!

Aksi ini dimulai saat massa berkumpul di lokasi sejak pukul 14.30 WIB. Setelah itu, para peserta menandatangani petisi di atas kain putih yang terbentang di depan Monumen Gubernur Suryo pada aksi ini, massa juga menyampaikan 12 tuntutan

12 TUNTUTAN – SUROBOYO WANI – TAMAN APSARI SURABAYA

1. Bebaskan pembalut dari PPN
2. Lindungi korban kekerasan
3. Tetapkan karhutla sebagai bencana nasional. Lindungi ibu hamil, bayi, balita, anak-anak dan satwa
4. Stop MBG, Anak-anak berhak menerima makanan layak
5. Hentikan pemborosan anggaran. Alokasikan dana negara untuk pendidikan dan kesehatan layak
6. Lindungi perempuan kepala keluarga
7. Perlindungan dan Pemberdayaan UMKM
8. Upah setara untuk buruh perempuan
9. Hentikan kenaikan PBB yang mencekik
10. Stabilkan harga pangan pokok
11. Lindungi warga yang berpendapat
12. Tarik militer dari ruang sipil

POSTER MENOHOK – KRITIK PEMERINTAHAN PRABOWO-GIBRAN 2 TAHUN

“Promo Spesial, buy 1 get 1 free, beli 1 kebijakan gratis 1 masalah nasional.”

Para demonstran mengkritik sistem pemerintahan di bawah Prabowo-Gibran selama dua tahun terakhir karena tidak membawa kesejahteraan bagi rakyat. Banyak orang menuntut pemerintah menepati janji dan menjalankan tanggung jawabnya kepada rakyat.

Salah satu poster bertuliskan, “Promo Spesial, buy 1 get 1 free, beli 1 kebijakan gratis 1 masalah nasional.” Para demonstran mengkritik sistem pemerintahan di bawah Prabowo-Gibran selama dua tahun terakhir karena tidak membawa kesejahteraan bagi rakyat. Banyak orang menuntut pemerintah menepati janji dan menjalankan tanggung jawabnya kepada rakyat.

ORASI BEBAS – GURU HONORER: MBG BIKIN MURID BERHENTI KULIAH!

ORATOR BERGANTIAN – GURU HONORER CURHAT MBG BOROS – MURID DI UJUNG KABUPATEN KESULITAN DAFTAR KIP KULIAH KARENA DESIL TAK SESUAI!

Aksi damai itu berlanjut dengan orasi bebas. Para demonstran berbicara secara bergantian. Salah satu orator, seorang guru honorer, berkata, “Saya ingin bercerita. MBG, yang anggarannya sangat boros, memaksa murid-murid saya di ujung kabupaten berhenti kuliah.” Ia bilang murid-muridnya kesulitan mendaftar KIP Kuliah karena kategori desil yang tidak sesuai.

Sistem ini muncul karena pemerintah memakai anggaran untuk program yang tidak efektif, seperti MBG dan pembangunan Koperasi Desa (KOPDES). Hal ini membuat banyak kebijakan aneh, misalnya kenaikan pajak pembalut sebesar 11%. Penyelenggara juga memberi sekotak pembalut gratis kepada polwan yang berjaga di depan gedung grahadi.

BUKAN HANYA ORASI – ADA TEATER, MUSIK & PUISI

– Selain Program MBG & kenaikan harga bahan pokok yang memberatkan
– Demonstran minta pemerintah segera ubah status karhutla jadi bencana nasional
– Perempuan pejuang hak terus suarakan hak sebagai warga negara
– Aksi damai sore ini: bukan hanya orasi – ada pertunjukan teater, musik & puisi

Selain Program MBG dan kenaikan harga bahan pokok yang memberatkan, demonstran meminta pemerintah segera mengubah status kebakaran lahan dan hutan yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia menjadi bencana nasional. Para perempuan yang memperjuangkan hal ini terus menyuarakan hak mereka sebagai warga negara. Dalam aksi damai sore ini, mereka tidak hanya berorasi. Ada juga pertunjukan teater, musik, dan puisi dari para demonstran yang datang.

• • •

Pewarta: Erika   |   Editor: metrocakrawala.id

SURABAYA – Minggu, 8 November 2026 | 14.30 WIB | Taman Apsari – Monumen Gubernur Suryo – Gedung Grahadi | Suroboyo Wani – Aliansi Surabaya Bergerak & Srikandi Aksi Damai – 12 Tuntutan

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom bertanda * wajib diisi.