metrocakrawala.id || Surabaya – Gus Barok kembali menghadirkan program Ngaji Bareng (Ngabar) #5 dalam rangkaian Kultum Ramadhan 2026. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada Rabu, 25 Februari 2026, pukul 16.00–17.00 WIB, dan disiarkan secara langsung melalui akun TikTok @al.mubarok.ghas.
Pada edisi kali ini, Ngabar menghadirkan Moch. Fatkhi Mubarok, atau yang akrab disapa Gus Barok, selaku Ketua Yayasan Majelis Al-Mubarok. Ia akan menyampaikan tausiyah bertema “Menggunakan Waktu dengan Sebaik-Baiknya.”
Dalam materi kultum yang disampaikan, ditegaskan bahwa waktu merupakan nikmat sekaligus amanah terbesar yang diberikan Allah SWT kepada manusia. Pepatah Arab menyebutkan Al-Waqtu Kassaif (waktu itu seperti pedang), yang mengandung makna bahwa waktu harus dimanfaatkan dengan baik, karena jika tidak, ia akan “memotong” dan merugikan manusia itu sendiri.
Mengutip hadits Rasulullah SAW riwayat Tirmidzi, disebutkan bahwa sebaik-baik manusia adalah yang panjang umurnya dan baik amalnya, sedangkan seburuk-buruk manusia adalah yang panjang umurnya namun buruk amalnya. Pesan ini menjadi pengingat bahwa nilai kehidupan tidak hanya diukur dari lamanya usia, tetapi dari kualitas amal yang dikerjakan.
Selain itu, dalam Al-Qur’an Allah SWT juga bersumpah demi waktu dalam Surah Al-‘Ashr, yang menegaskan bahwa manusia berada dalam kerugian kecuali mereka yang beriman dan beramal saleh. Hal ini menunjukkan betapa Islam sangat memperhatikan manajemen waktu sebagai bagian dari keimanan dan tanggung jawab seorang mukmin.
Melalui Ngabar #5, diharapkan umat Islam dapat menjadikan momentum Ramadhan sebagai sarana evaluasi diri, memperbaiki kualitas ibadah, serta mengoptimalkan waktu untuk hal-hal yang bernilai kebaikan, baik dalam aspek spiritual maupun sosial.
Program Ngabar merupakan bagian dari komitmen Media Muslim Nusantara dalam menghadirkan konten dakwah yang edukatif, inspiratif, dan relevan dengan perkembangan era digital, sehingga mampu menjangkau masyarakat luas, khususnya generasi muda.
Dalil Pentingnya Menggunakan Waktu dengan Sebaik-Baiknya
Dalam Islam, waktu merupakan amanah besar yang akan dimintai pertanggungjawaban. Allah SWT mengingatkan agar harta dan anak tidak melalaikan manusia dari mengingat-Nya. Dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa orang-orang yang melalaikan diri dari mengingat Allah termasuk golongan orang yang merugi. Bahkan manusia akan menyesal ketika kematian datang dan berharap dapat diberi waktu tambahan untuk beramal saleh dan bersedekah (QS. Al-Munafiqun: 9–10).
Rasulullah SAW juga menegaskan bahwa setiap manusia akan dimintai pertanggungjawaban atas waktunya. Dalam hadits riwayat Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda bahwa seorang hamba tidak akan bergeser kakinya pada Hari Kiamat hingga ditanya tentang empat perkara, salah satunya adalah umur dan waktu mudanya untuk apa dihabiskan, serta apakah ilmunya diamalkan atau tidak.
Dalam hadits lain, Rasulullah SAW bersabda:
“Dua nikmat yang banyak manusia tertipu padanya, yaitu nikmat sehat dan waktu luang.”
(HR. Bukhari dari Ibnu Abbas)
Hadits ini menegaskan bahwa waktu luang dan kesehatan sering disia-siakan, padahal keduanya merupakan modal utama untuk memperbanyak amal dan kebaikan.
Melalui pemahaman ini, umat Islam diajak untuk menggunakan waktu dan sisa umur dengan sebaik-baiknya, agar tidak termasuk golongan orang-orang yang merugi, serta mampu menjadikan setiap detik kehidupan bernilai ibadah di sisi Allah SWT.
Editor : Dwi

