
metrocakrawala.id || Surabaya (STIKOSA-AWS) kembali mengukuhkan generasi baru insan komunikasi melalui
Wisuda XXIX, yang digelar pada Sabtu, 15 Agustus 2026, pukul 08.00 WIB di Hotel Mercure
Surabaya Grand Mirama. Sebanyak 82 wisudawan dan wisudawati Program Studi Ilmu
Komunikasi resmi menyelesaikan perjalanan akademiknya dan siap melangkah ke dunia profesional.
Mengangkat tema “Talenta Komunikasi Masa Depan: Tangguh, Inovatif, dan Tangkas
Menghadapi Disrupsi AI”, Wisuda ke- XXIX menjadi momentum untuk menegaskan kesiapan lulusan STIKOSA-AWS menghadapi perubahan industri komunikasi yang berlangsung semakin cepat. Era Artificial Intelligence (AI) menghadirkan perubahan sekaligus peluang baru bagi dunia komunikasi. Di tengah transformasi tersebut, lulusan STIKOSA-AWS dipersiapkan untuk tidak sekadar mengikuti perkembangan teknologi, tetapi mampu memanfaatkan secara kreatif, kritis, dan bertanggung jawab.
Ketua STIKOSA-AWS, Dr. Jokhanan Kristiyono, S.T., M.Med.Kom., menegaskan bahwa
wisuda bukanlah titik akhir pendidikan, melainkan awal pengabdian lulusan di tengah masyarakat. “Wisuda bukanlah akhir dari sebuah proses belajar, melainkan sebuah gerbang awal bagi para lulusan untuk mengabdikan ilmu dan keahliannya di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan para lulusan agar memiliki ketangguhan mental, kreativitas, serta ketangkasan
dalam memanfaatkan teknologi secara bijak tanpa meninggalkan etika dan nilai-nilai
kemanusiaan.
Kutipan tersebut sejalan dengan sambutan Ketua yang menempatkan kemampuan
adaptasi, inovasi, etika, dan kemanusiaan sebagai bekal penting sarjana komunikasi di tengah disrupsi AI.
Pesan tersebut mendapat resonansi dari para wisudawan. Gina Amara Amodia, S.I.Kom salah satu
wisudawan berprestasi yang mewakili wisudawan STIKOSA-AWS, melihat AI bukan semata-mata sebagai ancaman, melainkan peluang bagi insan komunikasi.
“AI dapat mempercepat pekerjaan, tetapi tidak dapat menggantikan integritas, kepekaan sosial, keberanian menyuarakan kebenaran, serta tanggung jawab moral,” kata Gina.
Menurutnya, lulusan STIKOSA-AWS tidak cukup hanya mengikuti perkembangan teknologi, tetapi perlu mampu mengarahkan teknologi agar memberikan manfaat bagi masyarakat dan tetap berpihak pada nilai-nilai kemanusiaan.
Budiarto, S.I.Kom salah satu mahasiswa Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL)
Program Studi Ilmu Komunikasi yang turut menyampaikan sambutan pada Wisuda ke -XXIX
STIKOSA-AWS, menceritakan perjuangannya membagi waktu antara pekerjaan, keluarga, dan
pendidikan.
“Hari ini kita membuktikan satu hal: Tidak ada kata terlambat untuk kuliah,” ujarnya.
Bagi Budiarto, gelar sarjana bukan sekadar pencapaian akademik, tetapi juga amanah untuk terus menjaga etika komunikasi di industri dan dunia kerja masing-masing.
Selain prosesi wisuda, salah satu agenda penting dalam Wisuda ke- XXIX STIKOSA-AWS
adalah orasi ilmiah yang disampaikan oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi
Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin, S.Si., M.P. Orasi ini menjadi ruang bagi para wisudawan untuk memperoleh perspektif mengenai dinamika komunikasi dan perkembangan
teknologi, sekaligus memperkuat kesiapan mereka menghadapi tantangan dan peluang di era
transformasi digital dan kecerdasan buatan.
Wisuda bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan baru. Sebanyak 82 talenta komunikasi
kini siap membawa ilmu, kreativitas, pengalaman, dan nilai-nilai yang diperoleh di STIKOSA-
AWS untuk berkarya, berinovasi, menjaga integritas, serta memberikan kontribusi nyata bagi
masyarakat.*
red_ koes

