
metrocakrawala.id || Mojokerto – Persoalan kesehatan masyarakat kembali menjadi sorotan setelah seorang warga Desa Tanjangrono, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, berinisial IR, mengaku kesulitan mendapatkan kepastian bantuan biaya pengobatan bagi anaknya.
Di tengah gencarnya pembahasan program Makan Bergizi Gratis (MBG), banyak pihak menilai kebutuhan layanan kesehatan masyarakat, khususnya bagi keluarga kurang mampu, justru lebih mendesak untuk mendapat perhatian serius dari pemerintah.
Menurut informasi yang dihimpun, IR telah berupaya mengajukan permohonan keringanan biaya pengobatan melalui Polindes setempat yang diteruskan ke Dinas Kesehatan. Namun, pengajuan tersebut sempat mendapat penolakan dengan berbagai alasan administratif maupun teknis.
Kondisi tersebut membuat keluarga pasien berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah agar anak mereka dapat memperoleh akses layanan kesehatan yang layak dan berkelanjutan.
Menanggapi laporan tersebut, Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra atau yang akrab disapa Gus Bara, menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh masyarakat Kabupaten Mojokerto mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai.
“Mojokerto harus terbebas dari gizi buruk dan stunting,” tegas Gus Bara saat menerima laporan terkait persoalan tersebut.
Dukungan juga datang dari anggota DPRD Kabupaten Mojokerto dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Komisi 1 dan Komisi 4 DPRD Kabupaten Mojokerto menyatakan siap mengawal proses bantuan dan pendampingan hingga pasien mendapatkan penanganan optimal dan dinyatakan sembuh.
Kasus ini menjadi perhatian berbagai pihak sebagai bentuk pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, dinas terkait, serta lembaga legislatif dalam memastikan hak kesehatan masyarakat dapat terpenuhi tanpa hambatan birokrasi yang berlarut.
editor : Pim

