
metrocakrawala.id || SURABAYA – (25/4/2026) Ketegangan terjadi di wilayah Platuk Donomulyo II, RT 06 RW 13, Kelurahan Sidotopo Wetan, Surabaya. Sejumlah warga menyatakan penolakan keras terhadap rencana pembangunan gedung kedua milik Yayasan TK Nurul Jannah. Meski gelombang protes terus mengalir, pihak yayasan dilaporkan tetap bersikukuh melanjutkan proyek pembangunan di tengah pemukiman padat penduduk tersebut.
Bahu Jalan Menjadi Lahan Parkir
Penolakan warga bukan tanpa alasan. Berdasarkan fakta di lapangan, aktivitas sekolah yang sudah berjalan saat ini dianggap telah membebani infrastruktur kampung. Warga merasa hak mereka atas akses jalan yang lancar terampas setiap harinya.
Kendaraan pengantar dan penjemput siswa kerap menggunakan bahu jalan sebagai area parkir, yang mengakibatkan penyempitan jalur lalu lintas utama kampung.
Menurut keterangan warga setempat, pihak Yayasan TK Nurul Jannah terkesan menutup telinga dan tetap melanjutkan proses pembangunan gedung baru. Sikap “bersikukuh” ini memicu kekecewaan mendalam, mengingat lokasi pembangunan berada tepat di jantung pemukiman RT 06 yang memiliki lebar jalan terbatas.
“Kami sudah mengadakan rapat dan secara tegas menolak. Dampak parkir dari satu gedung saja sudah membuat jalanan macet total, apalagi jika ditambah gedung kedua. Namun, pihak yayasan seolah tidak peduli dan tetap menjalankan pembangunan,” ujar salah seorang warga.
Warga kini mendesak Pemerintah Kota Surabaya dan dinas terkait untuk turun tangan mengevaluasi izin pembangunan tersebut. Mereka menuntut mengenai Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) di area pemukiman tersebut.
Hingga saat ini, warga tetap pada pendiriannya: menolak pembangunan selama tidak ada solusi konkret terkait manajemen parkir yang tidak merugikan fasilitas umum. Jika pembangunan terus dipaksakan tanpa persetujuan warga terdampak, dikhawatirkan akan terjadi gesekan sosial yang lebih luas di wilayah Platuk Donomulyo.
Editor : pim

