8 Ekskavator Dikerahkan, Normalisasi Sungai di Tanggulangin dan Candi Dikebut Jelang Musim Hujan

UMUM

metrocakrawala.id || SIDOARJO — Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mulai mempercepat langkah antisipasi banjir dengan mengerahkan delapan unit ekskavator untuk melakukan normalisasi sungai dan saluran di sejumlah wilayah Kecamatan Tanggulangin dan Candi.

Satgas Alat Berat Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) Sidoarjo mengoperasikan alat berat tersebut secara bertahap untuk mengatasi pendangkalan sungai serta saluran air yang dinilai berpotensi menghambat aliran saat curah hujan meningkat.

Salah satu titik normalisasi berada di Saluran Sekunder Kedunguling, Desa Durungbanjar, Kecamatan Candi. Normalisasi saluran sekunder sepanjang sekitar 1,5 kilometer tersebut dilakukan untuk meningkatkan kapasitas aliran air.

Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idajayana turun langsung memantau pekerjaan di Desa Durungbanjar, Senin (21/9/2026).

Ia mengatakan, normalisasi menjadi salah satu langkah yang dilakukan Pemkab Sidoarjo untuk menghadapi musim hujan, terutama pada titik-titik sungai yang mengalami pendangkalan dan selama ini rawan terjadi luapan.

“Hari ini saya ada di Kecamatan Candi, Desa Durungbanjar. Sungai di desa ini memang terjadi pendangkalan. Hari ini kita keruk, kita normalisasi,” ujar Mimik.

Menurutnya, pengawasan terhadap sungai dan saluran air akan terus dilakukan. Ia juga memastikan pekerjaan normalisasi menjadi perhatian Pemkab Sidoarjo menjelang datangnya musim hujan.

“Menghadapi musim hujan ini saya akan selalu sidak. Mengawasi langsung sungai-sungai di Kabupaten Sidoarjo. Saya ingin pengerjaan normalisasi sungai dilakukan dengan baik sebagai upaya menanggulangi banjir,” tegasnya.

Soroti Limbah Industri
Selain pendangkalan sungai, Mimik juga menyoroti kondisi aliran sungai di sekitar Desa Durungbanjar yang diduga tercemar limbah industri.

Ia meminta pemerintah desa maupun Kecamatan Candi segera melayangkan surat teguran kepada pihak yang dianggap bertanggung jawab.

Mimik juga mengingatkan pelaku usaha agar tidak membuang limbah secara sembarangan, terutama ke aliran sungai. Industri diminta mengoptimalkan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) agar limbah yang dibuang tidak mencemari lingkungan.

“IPAL penting dimiliki industri usaha. Kalau tidak, jadinya seperti ini, meresahkan warga. Sungainya jadi hitam kayak gini. Nanti coba kita cek langsung,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUBMSDA Sidoarjo, Suprayitno, menjelaskan bahwa delapan unit alat berat dikerahkan untuk melakukan normalisasi di sejumlah titik.

Selain Saluran Sekunder Kedunguling, alat berat juga diarahkan ke beberapa lokasi di Kecamatan Candi, antara lain Saluran Afvour Kedunguling Desa Kedungpeluk, Saluran Afvour Link II Desa Kedungkendo, serta Saluran Afvour Link III Desa Klurak.

Untuk wilayah Kecamatan Tanggulangin, normalisasi dilakukan di antaranya pada Saluran Gedangrowo Desa Kedungbanteng dan sejumlah titik lainnya.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya Pemkab Sidoarjo meningkatkan kapasitas aliran sungai dan saluran air sekaligus mengantisipasi potensi banjir saat musim hujan.

Editor : Sutiawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *