Irigasi Perpompaan Desa Centini Lamongan Diresmikan, 46 Hektare Sawah Kini Mendapat Dukungan Pengairan

EKONOMI & BISNIS

LAMONGAN, Metrocakrawala.id – Pemerintah terus mendorong penguatan infrastruktur pertanian sebagai bagian dari upaya menjaga produktivitas lahan dan ketahanan pangan. Salah satu program tersebut diwujudkan melalui pembangunan Irigasi Perpompaan di Gapoktan Sumber Agung, Desa Centini, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan.

Pembangunan sarana irigasi ini diharapkan menjadi solusi bagi petani yang selama ini menghadapi persoalan ketersediaan air, terutama ketika memasuki musim kemarau. Infrastruktur tersebut ditargetkan mampu melayani kebutuhan pengairan sekitar 46 hektare lahan pertanian milik masyarakat.

Apa yang Dibangun?

Program yang direalisasikan berupa satu unit Irigasi Perpompaan untuk mendukung pengairan lahan pertanian. Berdasarkan papan informasi kegiatan, program tersebut merupakan bantuan Kementerian Pertanian Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian.

Pembangunan menggunakan anggaran APBN Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp155.700.000. Sarana tersebut ditujukan untuk membantu petani memperoleh pasokan air secara lebih teratur sehingga lahan pertanian dapat dikelola secara optimal. Kehadiran irigasi perpompaan menjadi penting karena sektor pertanian sangat bergantung terhadap ketersediaan air. Ketika pasokan air tidak mencukupi, produktivitas lahan dapat menurun dan pola tanam petani ikut terganggu.

Siapa yang Mendapat Manfaat?

Penerima manfaat utama program tersebut adalah petani yang tergabung dalam Gapoktan Sumber Agung, Desa Centini. Dengan cakupan layanan sekitar 46 hektare, fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pengairan lahan pertanian masyarakat. Ketua Gapoktan Sumber Agung, Sularso, menyambut baik bantuan pemerintah tersebut. Ia menilai sarana irigasi menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat petani, terutama untuk menjaga keberlangsungan budidaya tanaman.

“Kami sangat bersyukur dengan adanya program ini. Harapan kami program seperti ini bisa terus berkelanjutan, karena masyarakat dan petani sangat membutuhkan dukungan sarana irigasi,” ujar Sularso, Kamis (21/8/2026).

Menurutnya, dukungan terhadap sektor pertanian tidak cukup hanya dengan menyediakan sarana produksi. Ketersediaan air juga menjadi faktor utama yang harus diperhatikan agar lahan pertanian dapat terus produktif.

Kapan Program Direalisasikan?

Program Irigasi Perpompaan tersebut merupakan bagian dari program bantuan pertanian yang direalisasikan pada Tahun Anggaran 2026. Pernyataan apresiasi dari Ketua Gapoktan Sumber Agung disampaikan pada Kamis, 21 Agustus 2026. Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat segera dimanfaatkan oleh petani untuk mendukung kegiatan pertanian, khususnya dalam menghadapi persoalan pengairan.

Di Mana Lokasinya?

Pembangunan Irigasi Perpompaan berada di Gapoktan Sumber Agung, Desa Centini, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Wilayah tersebut memiliki aktivitas pertanian yang menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat. Karena itu, ketersediaan infrastruktur pengairan memiliki nilai strategis untuk menjaga keberlanjutan produksi pertanian di tingkat desa. Dengan adanya fasilitas tersebut, pengelolaan lahan diharapkan menjadi lebih fleksibel dan tidak sepenuhnya bergantung pada curah hujan.

Mengapa Irigasi Ini Penting?

Ketersediaan air merupakan salah satu persoalan mendasar dalam kegiatan pertanian. Ketika musim kemarau datang, petani di sejumlah wilayah harus menghadapi berkurangnya pasokan air yang dapat memengaruhi proses budidaya. Kondisi tersebut dapat berdampak terhadap jadwal tanam, pertumbuhan tanaman, hingga hasil panen. Karena itu, pembangunan irigasi perpompaan dipandang sebagai langkah untuk memperkuat ketahanan pengairan lahan.

Dengan adanya sarana tersebut, sumber air yang tersedia dapat dimanfaatkan dan dialirkan menuju area pertanian melalui sistem perpompaan. Cara ini diharapkan membantu menjaga kebutuhan air tanaman ketika pasokan alami tidak mencukupi. Lebih dari sekadar pembangunan fisik, program tersebut juga berkaitan dengan upaya pemerintah menjaga produktivitas pertanian dan ketahanan pangan. Jika lahan dapat terus ditanami dan produktivitas meningkat, manfaatnya akan dirasakan tidak hanya oleh petani, tetapi juga oleh masyarakat secara lebih luas.

Bagaimana Sistem dan Manfaatnya?

Irigasi perpompaan bekerja dengan memanfaatkan pompa untuk mengambil atau mengalirkan sumber air menuju lahan pertanian yang menjadi sasaran layanan. Air kemudian dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pengairan tanaman. Dengan sistem tersebut, petani memiliki alternatif sumber pengairan ketika kondisi air permukaan atau pasokan dari sistem irigasi lainnya tidak mencukupi.

Cakupan layanan sekitar 46 hektare menjadi salah satu indikator penting dari program tersebut. Semakin optimal fasilitas digunakan, semakin besar pula potensi manfaat yang dapat diberikan terhadap lahan pertanian. Namun, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik. Pengelolaan dan pemeliharaan sarana juga menjadi faktor penting agar fasilitas dapat berfungsi dalam jangka panjang.

Gapoktan dan petani sebagai pengguna diharapkan dapat menjaga fasilitas tersebut secara bersama-sama. Perawatan mesin pompa, jaringan pengairan, serta pengaturan penggunaan air perlu dilakukan secara tertib agar manfaat program dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Harapan Petani

Sularso berharap bantuan serupa tidak berhenti pada satu program. Menurutnya, kebutuhan infrastruktur pertanian di tingkat desa masih cukup besar dan membutuhkan dukungan pemerintah secara berkelanjutan. Bagi petani, tersedianya air berarti tersedianya peluang untuk mempertahankan produktivitas lahan. Ketika pengairan lebih terjamin, petani memiliki kesempatan lebih besar untuk mengatur pola tanam dan mengoptimalkan lahan yang dimiliki.

Dari sisi ekonomi, peningkatan produktivitas pertanian juga berpotensi memberikan dampak positif terhadap pendapatan masyarakat. Hasil panen yang meningkat akan menggerakkan aktivitas ekonomi mulai dari proses produksi hingga distribusi hasil pertanian. Karena itu, pembangunan Irigasi Perpompaan di Desa Centini diharapkan tidak hanya menjadi solusi atas persoalan air, tetapi juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam memperkuat sektor pertanian dan kesejahteraan petani.

Dengan dukungan anggaran APBN 2026 sebesar Rp155.700.000, satu unit fasilitas irigasi tersebut kini diharapkan mampu memberikan manfaat bagi sekitar 46 hektare lahan pertanian. Program tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan pemerintah pusat terhadap masyarakat pertanian di daerah. Tantangan berikutnya adalah memastikan fasilitas yang telah dibangun benar-benar berfungsi optimal, dikelola dengan baik, dan mampu memberikan manfaat secara berkelanjutan bagi petani di Desa Centini.

Pada akhirnya, keberadaan irigasi bukan sekadar soal mengalirkan air ke sawah. Lebih jauh, infrastruktur tersebut menjadi salah satu penentu keberlangsungan produksi pangan, penguatan ekonomi petani, dan ketahanan pangan masyarakat di tingkat lokal.

Red_MH ,Hariyono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *